Bogor Punya Bandara Komersial, Kenapa Tidak?

Oleh pamudji pada hari Minggu, 04 Agu 2019 - 08:24:38 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

tscom_news_photo_1564881878.jpg

Ilustrasi (Sumber foto : ist)


BOGOR (TEROPONGSENAYAN)--Sebuah usulan menarik mencuat dari Bupati Bogor Ade Yasin dan Wali Kota Bogor Bima Arya. Keduanya sama-sama menginginkan Bogor memiliki bandara komersial.

Sejatinya, keinginan itu bukan mengada-ada. Bahkan, keinginan yang mencerminkan aspirasi warga Kota dan Kabupaten Bogor tersebut terlihat sebagai keinginan rasional dan masuk akal. Kenapa? karena secara "de facto", di wilayah Bogor sudah ada bandara, yakni Lanud Atang Senjaya (Ats) di Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor. Menurut Ade dan Bima, mimpi warga Kota dan Kabupaten Bogor memiliki bandara sendiri bisa terwujud bila Lanud Atang Sanjaya mengubah fungsinya menjadi bandara komersial.

Ade Yasin dan Bima Arya telah melakukan tindakan nyata demi mewujudkan mimpi tersebut. Ade,misalnya, mendesak Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil terkait pembangunan bandara komersial di wilayah Kabaupaten Bogor.

"Itu usulan kita kepada Pak Gubernur Ridwan Kamil, karena kan kelihatannya Bandara Kertajati di Majalengka juga masih jauh ya," ujar Ade.

Menurut dia, Pemerintah tidak membutuhkan biaya besar layaknya membangun bandara baru.

"Tinggal landasan pacunya saja ditambah. Jadi secara fisik sudah siap, tidak perlu pembebasan tanah, tidak perlu membangun landasan lagi. Saya pikir ini biayanya lebih murah, dengan memanfaatkan bandara ini," katanya.

Sementara itu, Bima Arya sudah menyampaikan wacana bandara komersial kepada Danlanud Atang Sanjaya.  

“Warga Bogor saat ini sudah sekitar 1 juta, nanti kira-kira ada 1,5 juta.  Ada kurang lebih 100 ribu orang yang pulang pergi Bogor-Jakarta. Sekarang saja untuk ke Jakarta kita butuh waktu kurang lebih satu sampai 2 jam, saya sampaikan ke Danlanud ATS, kalau ATS dijadikan komersil, oke rasanya,” ujar Bima seperti dikutip media, Sabtu (3/8/2019).

Menurut Bima, kebutuhan transportasi jarak jauh warga Bogor cukup tinggi. Hal tersebut harus jadi perhatian Kementerian Perhubungan untuk mengakselerasi percepatan komersialisasi Lanud Atang Sendjaja.

“Ini bagian dari akselerasi. Nanti akhir tahun ini LRT akan masuk ke Kota Bogor, kalau ATS bisa dikomersialkan akan semakin menunjang pertumbuhan ekonomi di Bogor,” kata Bima.

Lalu bagaimana respons pihak Lanud Atang Sanjaya?

Gayung bersambut, Lanud Atang Sanjaya menyambut positif keinginan Ade dan Bima. Kepala Penerangan dan Perpustakaan (Kapentak) Lanud Atang Senjaya (Ats), Letkol David Rumaraya menyatakan, pihaknya sepakat jika Lanud Ats tak hanya beroperasi untuk kepentingan TNI dan kenegaraan, melainkan juga untuk masyarakat umum.

Meski begitu, menurutnya keputusan strategis mengenai perubahan status pangkalan udara tersebut bukan pada internal Ats, tapi ada pada Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Pasalnya, ada kriteria khusus yang perlu dipenuhi ketika status Lanud Ats berubah menjadi lokasi Bandara Komersial.

"Paling tidak, landasan pacunya sepanjang 2,5 kilometer. Sementara yang sekarang tidak sampai dua kilometer. Kecuali ada perpanjangan landasan," kata David.

Kini, usulan cerdas tersebut menunggu dukungan dan tindakan nyata dari pihak terkait. Semoga segera terwujud, ya semoga.(plt)

tag: #dunia-penerbangan  

Bagikan Berita ini :