Berita
Oleh Ahmad Syaikh pada hari Senin, 19 Agu 2019 - 15:41:15 WIB
Bagikan Berita ini :

Terkait Pelecehan Salib, Arief Poyuono Bela UAS

tscom_news_photo_1566204075.jpg
Ustadz Abdul Somad (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono mengatakan Ustadz Abdul Somad (UAS) tidak bermaksud menciptakan perpecahan terkait ceramahnya tentang salib yang viral di media sosial.

"Saya percaya kok kalau UAS yang baik hati dan lembut, santun perangainya itu tidak bermaksud untuk menciptakan perpecahan umat beragama di Indonesia," kata dia dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (19/8/2019).

Pasalnya, menurut Arief, pernyataan UAS tersebut bertujuan membuat umatnya menjadi lebih beriman dan takwa agar tidak salah dalam kepercayaan yang diimani.

"Saya kira itu hanya pandangan UAS untuk menjawab pertanyaan umatnya tentang salib, itu sah-sah saja, apalagi diucapkan di sebuah pengajian yang eksklusif sangat tertutup," tambah Arief.

Sebagai penganut Katolik, Arief tidak mempermasalahkan ucapan UAS tersebut dan meminta agar pihak kepolisian tidak perlu menindaklanjuti laporan masyarakat terkait penistaan agama oleh UAS.

"Saya sendiri biasa saja. Apa yang diucapkan UAS, menurut saya, agar makin menguatkan iman kepercayaan kita terhadap Yesus Kristus," tandasnya. (ahm)

tag: #penistaan-agama  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Jejak TESA: Menanam Pohon, Menumbuhkan Harapan

Oleh Sahlan Ake
pada hari Sabtu, 03 Jan 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Sebagai wujud komitmen terhadap konservasi lingkungan, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui program Telkom Employee Social Activity (TESA) menggelar aksi ...
Berita

Umumkan KUHP dan KUHAP Baru Berlaku Hari Ini, Ketua Komisi III DPR RI Terharu

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Setelah di sahkan tahun lalu, Komisi III DPR RI mengumumkan UU Nomor 1/2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan UU Nomor 20/2025 tentang Kitab Undang-Undang ...