Berita

Soal Video Salib, UAS: Kalau Saya Minta Maaf Berarti Ayat itu Perlu Dibuang, Nauzubillah..

Oleh Ferdiansyah pada hari Rabu, 21 Agu 2019 - 17:32:05 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

tscom_news_photo_1566383525.jpg

UAS saat jumpa pers bersama ulama MUI, di Kantor MUI, Jl Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu (21/8/2019). (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Ustaz Abdul Somad (UAS) menegaskan dirinya tak perlu minta maaf atas kontroversi soal video salib yang beredar luas. Alasannya, UAS mengaku, bahwa materi yang dibahas dalam ceramahya adalah soal akidah Islam, yang disampaikan di internal umat Islam sendiri.

"Bahwa kemudian ada orang yang tersinggung, apakah saya musti meminta maaf... Contoh, dalam Islam dikatakan: Sesungguhnya, maaf, sesungguhnya, maaf, memang bunyi ayatnya begitu, sesungguhnya kafir lah orang yang mengatakan Allah itu tiga dalam satu, satu dalam tiga. Saya jelaskan itu di tengah umat Islam. Otomatis orang luar yang mendengar itu tersinggung atau tidak, tersinggung, apakah perlu saya minta maaf. Udah terjawab. Karena ajaran saya," kata UAS dalam jumpa pers di Kantor MUI, Jl Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu (21/8/2019).

"Kalau saya perlu minta maaf berarti ayat itu perlu dibuang, nauzubillah," imbuhnya.

UAS juga mengatakan, tak mungkin dia mengatur satu persatu prilaku umat yang menghadiri pengajiannya, termasuk melarang merekam dan menyebarkannya. Tak mungkin pula dia membuat perjanjian agar peserta pengajiannya tak merekam dan menyebarkannya.

"Saya di mana-mana ceramah tak mungkin saya tanya orang satu persatu, matikan hp matikan. Saya di mana-mana ceramah, hp orang hidup, orang merekam, tak bisa saya larang itu karena dia mau mendapat pengajian. Tak mungkin pula saya buat perjanjian semua yang mau masuk ke sini (majelis) pake materai enam ribu, tak boleh disebarkan. Payah kali lah ceramah sekarang ini kalau begitu," ujarnya berseloroh. (Alf)

tag: #mui  #ustad-abdul-somad  

Bagikan Berita ini :