Berita

Asrama Mahasiswa Papua Dilempari Ular, Fadli Minta Aparat Tegas

Oleh Sahlan Ake dan Mandra Pradipta pada hari Senin, 09 Sep 2019 - 15:03:12 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

tscom_news_photo_1568016192.jpg

Fadli Zon (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon meminta aparat penegak hukum usut tuntas pelaku teror ke Asrama Mahasiswa Papua yang dilempari sejumlah ular dalam karung.

"Kita berharap tidak adalagi provokasi dan menegakkan hukum dengan cepat dan tepat, misalnya yang menistakan bendera merah putih kan oknumnya sudah jelas, kemudian yang melakukan ujaran kebencian dan rasis ini kan harus diusut tuntas," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/9/2019).

Berbagai teror terhadap warga Papua, membuat Fadli mempertanyakan aparat keamanan yang begitu lambat menanganinya. Seharusnya, kejadian seperti ini harus diusut dengan cepat agar tidak kembali memunculkan kemarahan warga Papua.

"Ini harus diselidiki ini saya kira ada pihak pihak yang berusaha mengail di air keruh, provokasi ini kan niatnya bikin warga papua marah dan jadi atensi internasinaol. akhirnya kegaduhan-kegaduhan ini gak akan selesai kalau gak di usut. Intinya aparat harus mengusut," tandasnya. 

Pasalnya, menurut Fadli, para oknum-oknum yang selama ini menjadi dalang kericuhan di Papua juga sudah jelas. Misalnya yang menistakan bendera merah putih kan oknumnya sudah jelas, kemudian yang melakukan ujaran kebencian dan rasis ini kan harusnya diusut tuntas.

"Jadi ada keadilan yang ditegakkan disitu, apalagi ditambah tambah aksi-aksi provokasi seperti ini. Kenapa ini bisa terjadi, karena menurut saya penegakkan hukum terkesan lambat, kurang cepat dan kurang ekspos dari aparat penegakan hukum," tambahnya.

Diketahui, usai mengalami pengepungan dan aksi rasialisme pada Agustus lalu, hari ini Senin (9/9/2019), sekitar pukul 04.19 WIB, para mahasiswa yang berada di dalam asrama itu dikejutkan oleh aksi pelemparan sejumlah ular ke dalam asrama.

Menurut saksi mata, Yoab Orlando, terdapat empat orang berpakaian preman berhenti di depan asrama, dan memasukan ular, setidaknya ada tiga ekor ular yang dilempar ke dalam asrama. Pertama adalah seekor ular berjenis piton, di dalam karung beras ukuran 15 kilogram. Lalu ada tiga ular lainnya, berada di dalam karung kain.

"Kalau di dalam karung itu satu ekor, itu besar sekali, terus kalau tiganya itu di dalam kain, baru dilempar langsung ke dalam. Kainnya tidak diikat keras, langsung ularnya tercerai itu (terlepas)," kata dia.

Tiga ekor ular lain yang terlepas itu, kata dia, melata liar di pekarangan asrama. Yoab tak tahu pasti apa jenis ketiga ular yang terlepas tersebut. Ia dan juga penghuni lain di asrama itu khawatir ular yang lepas ia khawatir jika ular-ular itu ternyata jenis ular berbisa, yang dapat mengancam keselamatan penghuni asrama. (ahm)

   
tag: #fadli-zon  #papua  

Bagikan Berita ini :