Oleh Azmi Syahputra Dosen Fakultas Hukum Universitas Bung Karno pada hari Selasa, 03 Mar 2020 - 20:45:34 WIB
Bagikan Berita ini :

Pertahanan Ideologi Indonesia Disingkirkan, Trisakti Yang Digilas

tscom_news_photo_1583243134.jpg
Azmi Syahputra (Sumber foto : Istimewa)

Perkembangan tehnologi dan dinamika perilaku masyarakat yang begitu cepat dan kompetitif serta apapun fenomena yang terjadi saat ini, yang datangnya dari dalam maupun luar tidak terlepas dari praktik penyelengara negara yang sudah lari jauh dari Trisakti pendiri bangsa, bentuk format praktik yang salah dari para penyelenggara negara.

Advertensi ideologis negara telah terkubur dapat terlihat dari panorama penyelenggara negara yang tidakkonsekuen dalam praktiknya selama berpuluh tahun denganideologi sendiri dan kini mulai dirasakan dan akhirnya berdampak pula pada sikap perilaku warga negaranya dan cendrung membuat Indonesia negara besar dan kaya raya ini menjadi lebih rapuh, mudah diintervensi , khawatir, kurang percaya diri, tidak mampu berdiri di kakinya sendiri, karena telah menjadi sasaran pengusaha dan penguasa culas (khas kapitalisme/neolib), dimana mereka telah berhasil menimbulkan rasa ketakutan, kecemasan , keresahan dengan memainkan perannya untuk menaikkan harga harga kebutuhan tertentu dari kecemasan dan rasa takut masyarakat tadi termasuk permintaan kebutuhan yang meningkat atas sebuah produk.

ini semua akibat tonggak estafet penyelenggaraan negara pasca Presiden Soekarno kehilangan arah atas ideologi negara, praktik ideologi pembangunan saat ini telah dimenangkan para pemilik uang dan karena
kekuasaanlah yang membuatnya begitu, membuat Indonesia mudah diguncang arus, kurang kokoh bangunan mental jiwa bangsanya, pembangunan yang tidak berkeadilan sosial melainkan berubah semata demi keadilan individual.

Mau tidak mau secara langsung atau tidak langsung berdampak pada mental dan cara pandang kebanyakan warga akibat kebanyakan penyelengara negara yang lari dari Trisakti membawa jiwa dan sikap warga negara kebanyakan tidak lagi bernilai kekuataan trisakti yang syarat dengan nilai pancasila,

Ada 3 (Tiga) point utama dalam Trisakti berdaulat dibidang politik". berdikari dibidang ekonomi dan sakti ketiga"Berkepribadian dibidang kebudayaan".

Kini ketiga kalimat sakti tersebut tidak ampuh lagi dan berasa hambar , padahal konsep trislsakti inilah yang membuat bangsa ini"Berdiri di atas kaki sendiri (Berdikari)", tidak tergantung pada orang lain , ini adalah kalimat sakti yang fundamen sebagaiprinsip mewujudkan tujuan negara yang demokratis sejahtera, berkeadilan sosial.

Maka kini teruslah berkarya, berinovasi, pembangunan kualitas penegakan hukum yang terukur dan berwibawa, batasi import, kembangkan potensi maritim, galakkan sektor pertanian, munculkan rasa bangga dengan produk bangsa sendiri, dan mendorong semua dan setiap individu Indonesia harus bermental ketuhanan yang maha esa, rasa kemanusiaan yang berpersatuan, pemimpin yang berkhidmat serta keadilaan sosial sehingga apapun fenomena yang akan terjadi pasti akan mudah dihadapi.

Inilah salah satu solusi, kembali pada kunci pertahanan ideologi Indonesia, rumah trisakti dan nilai nilai pancasila yang selama ini diabaikan,kini hanya butuh komitmen nasionalisme dan konsistensi dalam inplementasinya serta kejernihan hati para penyelenggara negara guna jadi contoh teladan kepemimpinan agar penerapan trisakti ini dapat lebih berjiwa dan maksimal hasilnya dalam pelaksanaan berbangsa dan bernegara.

Disclaimer : Rubrik Opini adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya. Setiap Opini di kanal ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis dan teropongsenayan.com terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini. Redaksi teropongsenayan.com akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

tag: #jokowi  #menteri-jokowi  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
DD X Teropong Senayan
advertisement
Lainnya
Opini

Perangai Pongah Warga Menteng

Oleh Fuad Bawazier Menteri Keuangan Era Orde Baru
pada hari Rabu, 08 Jul 2020
Menteng dikenal sebagai lokasi paling elit di Jakarta. Harga tanah/rumah di Menteng dikenal tertinggi, begitu juga PBBnya. Sejarahnya, penghuni kawasan Menteng diawali oleh elit Belanda, elit Jepang, ...
Opini

Ideologi Gatot Nurmantyo, Anti Komunis Tak Bisa Ditawar

Berbagai orang saling memposting potongan wawancara Rosi Kompas TV dengan Gatot Nurmantyo, mantan Panglima TNI, terkait kebangkitan Komunisme di Indonesia. Video itu ternyata viral bersamaan dengan ...