Oleh Rihad pada hari Minggu, 08 Mar 2020 - 09:30:17 WIB
Bagikan Berita ini :

Sandiaga soal Ahok: Konsentrasi Dulu Pecahkan Masalah Migas

tscom_news_photo_1583634617.jpg
Sandiaga Uno (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Presiden Joko Widodo telah menyebutkan kandidat yang akan menjadi calon Kepala Badan Otorita Ibu Kota Baru. Salah satunya adalah Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Penunjukan Ahok ini menjadi kontroversi di masyarakat, ada yang setuju ada yang tidak. Salah satu tanggapan disampaikan oleh Sandiaga Uno. Dalam sebuah diskusi yang berlangsung di Jakarta Sabtu 7 Maret 2020, Sandiaga mengatakan bahwa seharusnya Ahok berkonsentrasi mengurus tugasnya di Pertamina. Sandiaga mengatakan bahwa tugas sebagai komisaris utama di Pertamina juga sangat berat. Ahok harus membuktikan apakah dia berhasil atau tidak. "Tugasnya berat Pak Ahok kita cek dulu nih gimana hasil rekam jejaknya di Pertamina seperti apa," ujarnya di Jakarta, Sabtu (7/3/2020).

Banyak tugas di Pertamina yang harus diselesaikan oleh Ahok untuk membuktikan kapasitas dia sebagai komisaris utama. Misalnya tugas untuk menghapus mafia migas yang selama ini membebani APBN. Masalah lainnya adalah bagaimana mendorong produksi migas serta mengurangi impor sehingga bisa menurunkan defisit perdagangan migas.

Pernyataan Sandiaga itu bukan bermaksud untuk memprotes keputusan presiden Jokowi atas terpilihnya Ahok. Menurut dia itu memang menjadi hak prerogatif presiden. "Kalau dia diproyeksikan ke Kepala Badan Otorita ya kita itu hak prerogatif presiden," ujarnya.

Tapi Sandiaga mengingatkan bahwa tugas sebagai kepala badan otoritas ibukota negara di Kalimantan Timur bukan kerjaan ringan. Tujuan dari pendirian ibu kota negara baru bukan sekedar untuk pindah begitu saja. "Ibu kota baru ini sesuai dengan harapan kita untuk meningkatkan pemerataan ekonomi dan menjadi agenda yang menunjang pembangunan kita ke depan," kata Sandi.

Siapapun yang akan memimpin badan otoritas tersebut harus mempertanggungjawabkan biaya yang sangat tinggi. Bukan hanya membangun gedung-gedung perkantoran dan sarana yang diperlukan lainnya, tetapi juga harus mampu menjaga lingkungan hidup secara serasi. “Sehingga ibu kota negara ini sesuai dengan harapan kita meningkatkan, pemerataan ekonomi Indonesia dan menjadi agenda yang menunjang pembangunan ke depan," sambungnya.

Sandi lebih tertarik untuk melihat hasil kinerja Ahok dulu di Pertamina. "Apa capaian-capaian Pertamina, naik enggak produksinya? Bagaimana harga-harga minyak dan gas bumi di pelosok Indonesia, sistem distribusinya seperti apa?" kata Sandi.

Menurut Sandi, hal itu jauh lebih relevan buat kepentingan negara dibanding pemerintah hanya membicarakan soal posisi jabatan yang terus-menerus berganti. Di sisi lain, Sandi juga menyadari ibu kota negara itu penting untuk segera ditindaklanjuti. Namun dia mengingatkan sosok Kepala Badan Otorita Ibu Kota Negara yang baru sangat berat.

tag: #sandiagauno  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement