Bisnis
Oleh Rihad pada hari Tuesday, 28 Apr 2020 - 17:27:00 WIB
Bagikan Berita ini :

Ditemukan BUMN Jual Harga Gula di Atas Ketentuan

tscom_news_photo_1588066077.jpg
Agus Suparmanto (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Masyarakat mengeluh karena harga gula semakin mahal saja.Harga gula rata-rata nasional Rp 18.300/kg, padahal harga acuan di tingkat konsumen yang ditetapkan pemerintah Rp 12.500/kg. Bila ditarik lebih ke belakang pergerakan harga gula pasir dalam hampir 3 bulan terakhir trennya terus naik. Harga rata-rata gula pada 11 Februari masih Rp 14.000/kg, pada 10 Maret 2020 sudah Rp 16.400 per kg maka sudah ada kenaikan 17% dalam sebulan.

Kini akhirnya terkuak mengapa harga gula seakan tidak terkendali. Salah satunya karena adanya penjualan di atas ketentuan pemerintah. Hal ini terlihat dari tanya Ketua Satgas Pangan Brigjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga.

Ia menjelaskan telah menemukan adanya pelelangan gula di atas Harga Eceran Tertinggi, yang dilakukan oleh salah satu perusahaan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yakni PTPN II yang menyalahi aturan dari Peraturan Menteri Perdagangan nomor 7 tahun 2020.

"Satgas Pangan sudah melakukan penindakan di Sumatera Utara atas tindakan PTPN II yang melakukan lelang produk gula sebesar Rp 12.900 per kg, bervariasi, dan sempat kami lakukan police line," kata Daniel dalam keterangannya di Kementerian Perdagangan, Selasa (28/4/2020).

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto menambahkan, dari aksi lelang tersebut menyebabkan harga gula di masyarakat masih tinggi hingga di kisaran harga Rp 17.000 per kg.

"Kami telah membentuk tim monitoring beserta Satgas pangan untuk mengawasi jalannya pelaksanaan ini, agar di tengah situasi pandemi corona ini, semua pihak harus bersatu melawan covid-19, dan ia juga berharap jangan ada pihak-pihak tertentu atau oknum yang melakukan penjualan-penjualan yang tidak sehat," jelas Menteri Agus.

Upaya Tekan Harga

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto berupaya menekan harga gula yang melambung di tengah pandemi COVID-19, terutama di pasar tradisional, antara lain dengan memotong rantai distribusi yang dinilai terlalu panjang,

"Kami akan berupaya memotong rantai distribusi di pasar tradisional yang saat ini memang terlalu panjang," kata Mendag. Selain itu, Mendag telah menunjuk ritel modern untuk mendistribusikan gula sesuai dengan HET yang telah ditentukan. Namun, Mendag menegaskan bahwa pasar tradisional juga akan ikut mendistribusikan gula, namun dengan harga yang sesuai.

Mendag berharap semua pihak mau bekerja sama untuk memerangi pandemi COVID-19 dengan berupaya menghadirkan harga kebutuhan pokok terbaik untuk masyarakat."Kami harap harga gula akan turun untuk beberapa hari ke depan," kata Mendag,

tag: #harga-pangan  #gula-pasir  #agus-suparmanto  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Banner Ramadhan Ir. Ali Wongso Sinaga
advertisement
Banner Ramadhan H. Singgih Januratmoko, S.K.H., M.M.
advertisement
Dompet Dhuafa: Sedekah Yatim
advertisement
Banner Ramadhan Mohamad Hekal, MBA
advertisement
Banner Ramadhan Sartono Hutomo, SE, MM
advertisement
Dompet Dhuafa: Parsel Ramadan
advertisement
Dompet Dhuafa: Zakat Fitrah
advertisement
Domper Dhuafa: Sedekah Quran
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Ekspor Benih Lobster Resmi Dilarang, KKP Pilih Utamakan Budidaya

Oleh Rihad
pada hari Friday, 16 Apr 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menegaskan tidak akan lagi memberikan izin terhadap ekspor benih bening lobster (BBL). Larangan ekspor benih lobster ini karena ...
Bisnis

Mahfud: Pemerintah Bakal Tagih Dana BLBI Rp110 Triliun

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD  mengungkapkan Pemerintah bakal menagih dana bantuan likuiditas Bank Indonesia (BLBI) ...