Oleh Bachtiar pada hari Sabtu, 23 Mei 2020 - 14:55:56 WIB
Bagikan Berita ini :

PKS Apresiasi Islah Ulama dan Petugas PSBB Surabaya

tscom_news_photo_1590220556.jpg
Sigit Sosiantomo Politikus PKS (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Anggota DPR RI dapil Jatim 1 dari PKS Sigit Sosiantomo, mengapresiasi langkah islah antara Habib Umar Assegaf dan Asmadi anggota Satpol PP Surabaya.

"Alhamdulillah, di bulan yang mulia dan menjelang hari raya, akhirnya masalah ini bisa diselesaikan dengan islah. Sikap Habib Umar dan Asmadi yang secara tulus saling memaafkan ini patut kita apresiasi. Tidak hanya tulus, Habib Umar Assegaf juga akan memberangkatkan umroh Asmadi. Masya Allah, sebuah contoh akhlak yang mulia. Dan berharap kedepan tidak terulang lagi tindakan kekerasn fisik apalagi terhadap Ulama sepuh,” kata Sigit, yang juga ketua Wilayah Jawa Timur-Jawa Tengah-DIY DPP PKS, Sabtu (23/05/2020).

Sigit yang juga sudah menyiapkan Tim Advokasi Hukum unt Bela Habib Umar Assegaf juga mengapresiasi upaya mediasi yang sudah dilakukan Polda Jatim.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, mengatakan, Jumat (22/5/2020) siang, Kapolres Pasuruan, AKBP Rofiq Ripto Himawan bersilaturhaim ke kediaman Habib Umar Assegaf di Bangil, Pasuruan.

Melalui silaturahim itu, Kapolres Pasuruan berupaya menjalin komunikasi terkait insiden yang terjadi di pos PSBB Surabaya.
Dari pertemuan hangat itu, Habib Umar Assegaf telah menyampaikan kesediaan menyelesaikan insiden tersebut secara damai.

"Upaya mediasi yang dilakukan Polda Jatim juga patut kita apresiasi. Sebagai pengayom masyarakat, kepolisian sudah mrnjalankan tugasnya dengan baik," kata Sigit.

Selama masa PSBB, Sigit berharap semua petugas di lapangan bisa bersikap profesional dan lebih mengedepankan sikap persuasif kepada masyarakat.

Tindakan kekerasan seperti pemaksaan penurunan penumpang apalagi kekerasan fisik seperti pemukulan tidak boleh terulang lagi. Kalau ada masyarakat yang tidak memenuhi syarat melanggar sesuai ketentuan PSBB cukup diminta kembali atau melengkapi syarat-syarat yang diwajibkan.

"Tegakkan aturan secara baik dan adil. Jangan ada lagi kekerasan fisik kepada masyarakat yang melanggar. Kekerasan fisik hanya akan menimbulkan masalah baru. Lebih baik dilakukan secara persuasif dan humanis. Ketidakdisiplinan masyarakat juga di picu dengan sering berubahnya aturan penanganan covid-19. Juga pernyataan Pemerintah yang berbeda-beda dan gonta ganti soal pulang kampung dan mudik, pembukaan kembali bandara, terminal, ramainya mall dan tempat-umum lainnya. Juga perlakuan tak adil terhadap kerumunan di Masjid dan di Mall/Pasar, juga punya andil dalam masalah kedisiplinan warga. Akhirnya di lapangan banyak masyarakat banyak yang kebingungan dan menganggap tidak penting lagi aturan-aturan dalam PSBB," pungkas Sigit.

tag: #psbb  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Lainnya
Berita

Jokowi Kerahkan TNI dan Polri di 4 Provinsi untuk Disiplinkan Warga

Oleh Rihad
pada hari Selasa, 26 Mei 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa mulai Selasa (26/5/2020) pemerintah mengerahkan pasukan TNI dan Polri di titik-titik keramaian. Tujuannya adalah untuk mendisiplinkan ...
Berita

Jateng Siapkan Penataan Menuju Transisi New Normal

SEMARANG (TEROPONGSENAYAN)-Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengungkapkan, seluruh perkantoran dinas di jajarannya mulai melakukan penataan pada Selasa (26/5) untuk menuju penerapan normal ...