Berita
Oleh Alfin Pulungan pada hari Monday, 29 Jun 2020 - 07:30:00 WIB
Bagikan Berita ini :

Pengamat: Jokowi Turut Andil dalam Buruknya Kinerja Menteri

tscom_news_photo_1593368677.jpg
Presiden Joko Widodo (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Pengamat Kebijakan dan Pemerintahan, Gde Siriana Yusuf, menyebut buruknya kinerja kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak berarti hanya karena kesalahan jajaran menterinya semata.

Pernyataan ini menyusul setelah video yang menunjukkan kekecewaan Jokowi kepada jajaran menterinya pada sidang paripurna kabinet, Kamis (18/6) lalu yang kemudian ditayangkan kemarin (28/6) oleh Channel YouTube Sekretariat Presiden.

Menurut Gde, Jokowi tak seharusnya menumpahkan semua kesalahan kepada para menterinya. Sebab, bobroknya kinerja menteri dapat dimaknai buruknya kinerja pimpinan tertinggi, dalam hal ini Jokowi sendiri.

"Meski reshuffle dilakukan, bukan berarti Jokowi melepaskan tanggungjawab atas ketidakmampuan menteri ini, bagaimanapun juga ada kelemahan-kelemahan Jokowi ikut andil di dalamnya," katanya saat dihubungi, Ahad, 28 Juni 2020.


TEROPONG JUGA:

> Video Jokowi Marah-marah Akhirnya Dirilis Setelah Disimpan 10 Hari


Gde menyebut arah kepemimpinan Jokowi kerap berubah-ubah sehingga membuat kabinetnya tak bisa fokus dalam visi yang dijalankan. Hal itu diikuti pula oleh sosok para menteri yang tak sebagian tak memiliki kapasitas.

"Selain kerja kabinet tidak efektif karena selalu ada reshuffle, juga para menteri tidak bisa mengikuti arahan Jokowi yang sering berubah-ubah atau dianggap Jokowi tidak punya visi yang jelas," ujarnya.

"Atau yang lebih parah lagi, para menteri ini lebih takut kepada parpol atau sponsornya ketimbang takut kepada Jokowi," tambahannya lagi.

Sponsor yang dimaksud oleh Gde adalah mereka yang pada pilpres 2019 lalu banting tulang memenangkan Jokowi. Disebabkan para relawan dan pendana banyak yang menyokong Jokowi, maka penunjukkan menteri pada kabinet Indonesia Maju, menurut Gde, tak ubahnya hanya permintaan aktor pendana guna mengisi kuris kekuasaan.

Namun kekuasaan era Jokowi tak meniscayakan kapasitas sebagai syarat utama. Sederet nama-nama yang ditunjuk sebagai Menteri kali ini menunjukkan betapa kapasitas mereka jauh dari ideal. Tak butuh waktu lama, pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia beberapa bulan terakhir telah mengungkap keburukan mereka langsung dari lidah Jokowi.

"Jika kemudian dilakukan reshuffle lagi, maka dalam 2 periode Presiden Jokowi selalu ada reshuffle yang artinya Jokowi tidak punya leadership," pungkas Gde.

tag: #jokowi  #menteri-jokowi  #kabinet-jokowi-maruf-amin  #reshuffle-kabinet  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Banner HUT RI Ke-75 TeropongSenayan.com
advertisement
Banner HUT RI Ke-75 Irma Suryani Chaniago
advertisement
Banner HUT RI Ke-75 SOKSI
advertisement
Banner HUT RI Ke-75 Arsul Sani
advertisement
Banner HUT RI Ke-75 Syaifullah Tamliha
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Berita Lainnya
Berita
Kasus Jiwasraya

Mengaku Tak Pernah di BAP, Pengacara Benny Tjokro Protes Terhadap Saksi yang Dihadirkan JPU

Oleh Sahlan Ake
pada hari Sabtu, 15 Agu 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Tim Kuasa Hukum Terdakwa Kasus Jiwasraya Benny Tjokro menyampaikan protes terhadap seorang saksi yang mengaku tidak pernah diperiksa dan dibuat Berita Acara Pemeriksaan ...
Berita

PKS: Belanja APBN 2021 Harus Efektif Usai Terdampak Resesi

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi Keuangan (Komisi XI) DPR, Ecky Awal Mucharam, menilai rancangan RUU APBN Tahun 2021 yang dibacakan oleh Presiden dalam sidang tahunan MPR kemarin (14/8) ...