Oleh Sahlan Ake pada hari Kamis, 30 Jul 2020 - 12:57:29 WIB
Bagikan Berita ini :

Andy Salim Ancam Eksekusi Kantor DPD Golkar Kota Bekasi

tscom_news_photo_1596088649.jpg
Kantor DPD Golkar Kota Bekasih (Sumber foto : Ilustrasi)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Sidang lanjutan kasus perdata sengketa kepemilikan lahan Kantor DPD Golkar Kota Bekasi yang kembali digelar di Pengadilan Negeri Kota Bekasi, menghadirkan ketua DPD Golkar Kota Bekasi, Rahmat Effendi sebagai pihak penggugat yang diwakili kuasa hukumnya Noval Alrasyid, SH. Begitupun pihak Tergugat, Andy Siswanto Salim, yang hanya diwakili Kuasa Hukumnya, Silaban SH.

Dalam persidangan, pihak penggugat menyatakan tidak pernah merasa memiliki aset (Tanah & Gedung DPD Golkar Kota Bekasi) yang disengketakan tersebut. Menyikapi hal tersebut, Andy Salim sebagai tergugat mengungkapkan bahwa aneh jika pihak penggugat tidak mengakui kepemilikan gedung DPD Golkar Kota Bekasi, mengingat pihak Golkar Kota Bekasi pernah menjual dan mengakui kepemilikan gedung DPD Golkar Kota Bekasi di beberapa media.

“Mungkin mereka lupa, atau pura-pura lupa bahwa mereka dulu pernah menjual dan juga menerima uang, baik Rahmat Effendi dan Sekretaris DPD Partai Golkar saat penanda tanganan di Notaris. Bahkan ketua DPD kota Bekasi juga pernah mengakui di berbagai media," katanya, Kamis (30/7/2020).

Selain itu, Andy juga merasa heran dengan tidak diakuinya Gedung DPD Golkar Kota Bekasi ini oleh pihak penggugat, padahal dirinya juga pernah digugat terkait kepemilikan gedung, dan dengan pengacara yang sama.

"Dalam gugatan-gugatan sebelumnya, mereka tidak pernah menyangkal dengan alasan konyol seperti itu, dan juga dalam berbagai pertemuan baik formal maupun informal. Jelas, menurut saya ini hanya merupakan upaya untuk mengulur ulur waktu,” papar Andy Salim,

Atas klaim tidak adanya hak kepemilikan dari pihak penggugat terhadap Gedung DPD Golkar Kota Bekasi itu, maka Andy berencana mengambil tindakan tegas dengan menguasai Gedung DPD Partai Golkar Kota Bekasi.

“Saya akan segera melakukan eksekusi Gedung tersebut, dengan semua cara dan waktu sesingkat mungkin. Upaya konyol ini sudah mempermainkan hukum seenaknya," katanya.

Dirinya pun merasa prihatin dengan tindakan pihak penggugat yang notabene pengurus DPD Golkar tersebut, yang bisa merusak citra Golkar sendiri.

"Semua tindakan konyol mereka ini hanya akan membuat mereka semakin malu saja, ibaratnya, gara-gara satu ulat bulu bisa membahayakan satu pohon," pungkasnya.

tag: #partai-golkar  #bekasi  #kota-bekasi  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Advertisement
Top Up Jackcard Kamu Dengan JakOne Mobile
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Lainnya
Berita

Politikus Demokrat: Saya Tidak Menyerang MAKI

Oleh Sahlan Ake
pada hari Kamis, 24 Sep 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Partai Demokrat (PD) menyoroti kasus yang melibatkan Djoko Tjandra. Partai Demokrat menganggap serangan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) kepada Jaksa Agung dalam ...
Berita

Ini Daftar Asuransi Tersehat di Teropong Insurance Award 2020

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Media Teropong Senayan menggelar Teropong Insurance Award (TIA) 2020 hari ini, Kamis (24/9/2019) secara virtual melalui aplikasi Zoom. Ajang ini merupakan bentuk ...