Oleh Bachtiar pada hari Selasa, 04 Agu 2020 - 15:07:44 WIB
Bagikan Berita ini :

Pengamat Ini Nilai Gerakan KAMI Sebagai Upaya Mengawal Bangsa Agar Tak Hancur Lebur

tscom_news_photo_1596528464.jpg
Ujang Komarudin Pengamat Politik (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Ujang Komarudin menilai, adanya gerakan Koalisi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang digagas sejumlah tokoh merupakan hal yang wajar.

Ujang kembali menilai, gerakan tersebut bisa dikatakan sebagai respon terhadap kondisi hari ini. Dimana tidak ada yang dapat diharapkan dari partai politik, termasuk dari yang mengaku sebagai partai oposisi.

"Selain karena kekuatan politik di parlemen minoritas. Partai oposisi juga tumpul kalau sudah berhadap-hadapan dengan kepentingan dan jabatan," sindir Ujang, Selasa (4/8/2020)

"Karena tumpul dan matinya kekuatan partai oposisi. Wajar jika para tokoh masyarakat berpikir dan bergerak membentuk organ Koalisi Selamatkan Indonesia dan dalam negara demokrasi sah-sah saja," jelas Ujang.

Ujang menuturkan, sebagai bagian dari gerakan moral untuk menyelematkan bangsa ini, karena hampir oleng memang memerlukan penyelamatan, dan hak rakyat untuk bisa menyalamatkan bangsanya.

"Mereka bergerak itu karena dijamin UUD 1945. Anggota partai maupun bukan, sama-sama dilindungi konstitusi dalam berkumpul dan berserikat. Soal kebebasan berkumpul dan berserikat. Deklarasi apapun. Termasuk deklarasi Koalisi Selamatkan Indonesia itu hak setiap orang. Hak setiap warga negara. Sah-sah saja. Dan dijamin oleh konstitusi," tegas Ujang.

Ujang berpandangan, bahwa tokoh-tokoh bangsa tersebut juga tak ingin melihat negeri terperosok lebih dalam lagi. Hal tersebut merupakan ikhtiar dari mereka untuk memperbaiki bangsa yang hampir tenggelam dan oleng ini.

"Apapun yang dilakukan oleh anak-anak bangsa, yang tujuannya ingin menyelamatkan bangsa dari carut marut persoalan bangsa yang tak jelas ini," ujar Ujang.

Ujang pun mengatakan hal itu tidak usah dipandang sebagai hal negatif lantaran mereka memiliki kewajiban moral untuk mengawal bangsa ini.

"Mereka punya kewajiban moral untuk mengawal bangsa ini agar tak hancur lebur," tandas Ujang.

tag: #kammi  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Advertisement
Top Up Jackcard Kamu Dengan JakOne Mobile
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Lainnya
Berita

Terus Meningkat, Tenaga Medis Yang Tangani Covid-19 Sudah Kelelahan

Oleh Sahlan Ake
pada hari Senin, 21 Sep 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Tenaga medis yang menangani pasien COVID-19 sudah mulai kelelahan. Pasalnya, kasus Covid-19 terus meningkat yang menyebabkan terus bekerjanya tenaga medis setiap ...
Berita

Haikal Hassan : Kita Sudah Lupakan Dikotomi Cebong-Kampret, Tau-tau Ada Pejabat Yang Nyebut Kadrun

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Juru bicara Persaudaraan Alumni 212, Ustaz Haikal Hassan Baras, mengklaim saat ini semua sudah melupakan dikotomi antara cebong dan kampret.  Adapun istilah ini ...