Oleh Rihad pada hari Jumat, 02 Okt 2020 - 22:45:54 WIB
Bagikan Berita ini :

Pertamina dan KPK Bahas Kerjasama Penyelamatan Aset

tscom_news_photo_1601653382.png
Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati ( kiri) sambangi KPK (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Direksi PT Pertamina (Persero) mengunjungi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (2/10/2020).

Dirut Pertamina Nicke Widyawati mengatakan jajarannya membahas pengawasan aset hingga beberapa permasalahan strategis.

Nicke mengungkapkan adanya pendampingan dari KPK melalui tim pencegahan yang telah berjalan dengan sangat baik. Yakni terkait penyelamatan aset milik Pertamina.

"Sudah ada dua yang kita lakukan kerja sama, yaitu di Sumatera Selatan dan terakhir di Kalimantan Barat di mana dari dua itu saja Pertamina dibantu oleh KPK tentunya menyelamatkan Rp9,5 triliun nilai asetnya dan aset ini akan kita optimalkan kita berdayakan untuk menambah pendapatan daerah dan menyerap tenaga kerja di daerah-daerah tersebut," kata Nicke.

"Kami menyampaikan beberapa permasalahan strategis. Yang pertama di bidang hulu migas, tren dari produksi dan cadangan ini terus menurun di mana Indonesia sudah menjadi net importir. OIeh karena itu, perlu ada upaya yang strategis dan berkelanjutan untuk meningkatkan cadangan ataupun produksi," ujar Nicke saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (2/10/2020).

"Yang kedua, ini kaitannya dengan kilang di mana sama-sama kita ketahui hari ini sebagian dari produksi BBM kita masih bergantung dari impor. Oleh karena itu, penting kemudian Pertamina untuk menambah kapasitas kilang agar kebutuhan dalam negeri ini dapat dipenuhi," katanya lagi.

Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar mengatakan pertemuan dengan Jajaran Direksi PT Pertamina merupakan tindak lanjut atas nota kesepahaman (MoU).

"Karena MoUnya itu ada di Kementerian BUMN sementara Pertamina adalah bagian dari Kementerian BUMN sehingga kita membuat perjanjian kerja sama. Rencananya kita di situ juga akan menuangkan beberapa poin karena Pertamina sebagai BUMN dan kemudian KPK mempunyai tugas dalam program pencegahan salah satunya," kata Lili.

Digitalisasi SPBU

Deputi Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Pahala Nainggolan mendukung digitalisasi pom bensin atau SPBU Pertamina. "Kita dorong sejak tahun lalu digitalisasi pom bensin," kaat Pahala dalam konferensi pers, Jumat, 2 Oktober 2020.

Pahala mengatakan, KPK mendukung digitalisasi pom bensin karena ingin subsidi BBM premium dan solar benar-benar tepat sasaran. "Kalau bisa sampai ke pom bensin itu jatuh ke orang yang tepat. Kalau premium itu jatuh ke pengguna premium, dan solar industri tidak boleh ngambil di pom bensin," katanya.

Menurut Pahala, dengan digitalisasi pom bensin juga dapat menyelamatkan kerugian negara dari subsidi premium dan solar.

Program digitalisasi SPBU Pertamina bekerja sama degan PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom). Kerja sama ini mencakup pemasangan Automatic Tank Gauge (ATG), agar penerimaan BBM di SPBU tercatat secara terintegrasi dalam sistem monitoring di Pertamina. Kerja sama juga meliputi pemasangan mesin EDC untuk pembayaran nontunai termasuk menggunakan aplikasi LinkAja dan MyPertamina.

tag: #pt-pertamina  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Lainnya
Bisnis

Pastikan Ketersediaan Produk Pangan di Pasar Ritel, RNI Jalin Kerjasama dengan Aprindo

Oleh windarto
pada hari Jumat, 27 Nov 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Dalam rangka memastikan ketersediaan produk pangan di pasar ritel, PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) menjalin kerjasama dengan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia ...
Bisnis

Ekspor 10 Kontainer Kopi ke Starbucks AS, Koperasi Baitul Qiradh Baburrayyan Aceh "Dibackup" LPDB-KUMKM

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) akan mem-backup dengan mencairkan tahap selanjutnya sebesar Rp8 miliar kepada Koperasi ...