Oleh Rihad pada hari Jumat, 16 Okt 2020 - 20:05:38 WIB
Bagikan Berita ini :

Pertamina Berhasil Tingkatkan Transaksi Nontunai

tscom_news_photo_1602853488.png
SPBU Pertamina (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Manager Communication, Relations & CSR Pertamina MOR V Jatim, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus), Rustam Aji menyatakan terjadi peningkatan transaksi nontunai di SPBU-SPBU di wilayah Jatimbalinus. Buktinya, sepanjang September 2020, rata-rata harian transaksi nontunai di sana sebanyak 8.900 transaksi. "September kemarin, pengguna My Pertamina yang melakukan transaksi terus bertambah setiap minggunya," kata Rustam.

Pada pekan keempat September tercatat jumlah transaksi sebanyak 376.366 transaksi. Naik 62 persen dibandingkan rata-rata tiga minggu sebelumnya sebesar 231.320 transaksi.

Rustam mencatat, ada 1.171 SPBU di wilayah Jatimbalinus yang dapat melayani pembayaran nontunai melalui aplikasi My Pertamina. Khusus di Jawa Timur saja, terdapat 864 SPBU yang dapat memberikan pelayanan tersebut.

Rustam menyampaikan, terus didorongnya transaksi nontunai lewat aplikasi My Pertamina juga dalam rangka mendukung Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang dicanangkan Bank Indonesia. Layanan ini juga sebagai wujud penerapan protokol pencegahan Covid-19 di seluruh lini bisnis perusahaan. "Salah satunya dengan menerapkan pemberlakuan transaksi nontunai di SPBU. Apalagi petugas kan bertemu langsung dengan pelanggan,"ujarnya.

Dia mengingatkan, penggunaan benda-benda yang disentuh oleh banyak orang, termasuk uang tunai baik kertas ataupun logam, sebaiknya terus dikurangi di masa pandemi Covid-19. Karena virus penyebab Covid-19 bisa saja berpindah dari tangan satu orang ke orang lain melalui benda seperti uang tunai. "Apalagi pembayaran secara non tunai terbukti sebagai metode transaksi keuangan yang praktis, aman, efektif, dan efisien," kata Rustam.

Pembayaran Jadi Praktis

Untuk mendorong transaksi nontunai khususnya melalui aplikasi My Pertamina, PT Pertamina (Persero) menggencarkan promosi. Kemudahan dan kepraktisan metode pembayaran ini dirasakan petugas maupun pelanggan.

Petugas pengisian BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jemursari, Wonocolo, Surabaya, Jawa Timur, Puji Santoso (50 tahun) mengatakan, pembelian BBM di sana memang sedang promo. "Jadi kalau konsumen bayarnya non tunai pakai aplikasi My Pertamina ada potongan Rp 250 per liter, khusus Pertamax," kata Puji kepada Republika, Jumat (16/10).

Puji mengatakan, promo tersebut diberikan perusahan seiring terjadinya peningkatan transaksi nontunai. Ia mengamati, peningkatan transaksi nontunai di SPBU tempatnya bekerja, terjadi sejak mulai mewabahnya Covid-19.

Puji mengatakan, saat ini rata-rata harian transaksi nontunai di SPBU tersebut sebanyak 38 transaksi. Padahal sebelum adanya Covid-19, transaksi nontunai di sana hanya belasan kali setiap harinya. "Kan banyak keuntungannya. Jadi setiap transaksi itu ada poinnya. Nanti bisa ditukar voucher untuk ikut undian berhadian atau tukar merchandise," ujar bapak dua anak tersebut.

Salah seorang pelanggan SPBU, Nurika Annisa (26 tahun) menilai, transaksi nontunai merupakan metode transaksi praktis, aman, dan efisien. Tanpa membawa uang tunai, ia sudah bisa melakukan pembayaran produk yang dibeli. Apalagi, transaksi nontunai rata-rata sudah bisa dilakukan lewat gawai.

"Lebih praktis. Sudah banyak platformnya jadi gampang, enggak pakai kartu langsung pakai handphone. Enggak perlu ngitung kembalian juga. Enggak ribet deh," kata dia.

tag: #pt-pertamina  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement
Lainnya
Bisnis

Bamsoet : Pelatihan Berkualitas Kunci Daya Saing Pekerja Migran Indonesia

Oleh Aris Eko
pada hari Selasa, 06 Jan 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)— Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Indonesia (PELBAJINDO), Bambang Soesatyo, menuturkan ...
Bisnis

Beli Gabah Petani Non Tunai, Bulog Targetkan Data Serapan Nasional Secara Langsung 2026

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)—Mulai 2026, Bulog menerapkan pembelian gabah petani secara digital atau non tunai. Selain untuk keamanan transaksi bagi para petani, pola ini ditargetkan bisa merekam ...