Oleh Bachtiar pada hari Selasa, 27 Okt 2020 - 21:43:23 WIB
Bagikan Berita ini :

Sudutkan Islam dan Biarkan Penerbitan Ulang Karikatur Nabi Muhammad Saw, PKS: Pikiran Macron Kerdil

tscom_news_photo_1603809803.jpg
Sukamta Politikus PKS (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Anggota Komisi I DPR RI Sukamta mengecam keras pernyataan yang disampaikan oleh Presiden Prancis, Emmanuel Macron pada Jumat (23/10/2020) yang menyudutkan agama Islam dan membiarkan penerbitan ulang karikatur Nabi Muhammad S.A.W., oleh majalah satire Charlie Hebdo.

Menurutnya ucapan tersebut menunjukkan pikiran Macron kerdil dan dapat membahayakan upaya membangun dunia yang harmonis.

"Simbol agama adalah sakral bagi pemeluknya. Bagi ummat Islam, Nabi Muhammad Saw adalah sosok paling penting. Ucapan Macron jelas melukai hati ummat Islam di seluruh dunia, kita sangat marah atas penghinaan ini. Macron telah memantik Islamofobia, juga mendorong kebencian terhadap pemeluk agama, ucapannya sesungguhnya telah menodai prinsip-prinsip kebebasan dan nilai-nilai universal," tegas Politikus PKS itu dalam keterangan tertulis, Selasa (27/10/2020).

Menurut Sukamta, yang lebih memprihatinkan ucapan Macron ini sangat tendesius. Dirinya menduga Macron sedang berupaya mendapat dukungan politik dari kelompok sayap kanan dan esktrem kanan di Prancis.

"Beberapa analisa menyebut tujuan Macron adalah terpilih kembali pada 2022, maka dia membuat isu soal keamanan yang selama ini menjadi titik lemahnya. Ini semakin menunjukkan betapa kerdilnya pikiran Macron karena jualan isu ancaman agama hanya untuk kepentingan politik pribadi. Dirinya telah membuat Prancis jatuh martabatnya sebagai negara demokrasi."

Lebih lanjut Wakil Ketua Fraksi PKS ini memberikan apresiasi positif kepada Kementerian Luar Negeri Indonesia yang telah memanggil Duta Besar Prancis hari ini (27/10/2020) dan menyampaikan kecaman terhadap pernyataan Presiden Prancis.

"Kita harap pemerintah Indonesia juga proaktif untuk berkomunikasi dengan negara-negara OKI, mendorong ada pernyataan bersama oleh OKI mengecam pernyataan Macron," tandasnya.

Menurutnya, Pemerintah melalui KBRI di negara-negara Eropa juga perlu meningkatkan pengawasan dan penjagaan kepada masyarakat Indonesia yang ada di sana.

"Karena sangat mungkin ucapan Macron ini akan meningkatkan kekerasan kelompok ultra kanan kepada kaum muslimin dan imigran," pungkasnya.

tag: #emmanuel-macron  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Lainnya
Berita

Gatot Nurmantyo : Yang Dilakukan Pangdam Jaya Tidak Mewakili TNI

Oleh Givary Apriman
pada hari Jumat, 27 Nov 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo mengatakan bila salah satu doktrin TNI tentang Sishankamrata (Sistem Pertahanan dan Kemanan Rakyat Semesta) sejatinya ...
Berita

RS Ummi Harus Tes Swab Habib Rizieq dan Segera Umumkan Hasilnya

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab dikabarkan sejak Rabu (25/11) menjalani perawatan di di RS Ummi Bogor. Sebelumnya, Habib Rizieq juga menjalani ...