Oleh Givary Apriman pada hari Rabu, 02 Des 2020 - 16:50:19 WIB
Bagikan Berita ini :

Gatot Sebut HRS Adalah Seorang Nasionalis Pengawal Pancasila

tscom_news_photo_1606902603.JPG
Gatot Nurmantyo (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Panglima TNI periode 2015-2017 Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo menyampaikan ucapan terima kasih kepada Habib Rizieq Syihab (HRS).

Pasalnya, berkenan mengirimkan sambutan dalam peluncuran buku Sang Revolusioner yang ditulis Syahganda Nainggolan di Jakarta pada pekan lalu.

Syahganda merupakan deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang kini ditahan Bareskrim Polri dengan dijerat kasus pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Menurut Gatot, menarik sekali apa yang disampaikan HRS terkait Revolusi Akhlak dan Gatot mengaku menyimak apa yang disampaikan HRS, yang semuanya menggunakan pisau analisis Pancasila.

"Suatu yang sangat luar biasa yang selama ini karya Islam ternyata Revolusi Akhlak itu pisau analisisnya Pancasila. Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa Habib Rizieq merupakan nasionalis yang mengawal Pancasila, seperti yang dilakukan oleh KAMI dengan gerakan moral mengawal cita-cita luhur bangsa Indonesia," kata Gatot saat acara "Dialog Nasional 100 Ulama dan Tokoh Bersama Imam Besar Al Habib Muhammad Rizieq Shihab" yang disiarkan akun channel Youtube Front TV pada Rabu (02/12/2020).

Gatot mengingatkan, masyarakat Indonesia perlu mengingat, pertama kali bangsa ini merdeka, yang didahulukan adalah kemerdekaan.

Pendiri bangsa mengucapkan, kami bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaan dan Gatot menyatakan kemerdekaan mengutip arti dalam bahasa Sansekertanya adalah warga negara kelas atas. Sehingga cita-cita itu wajib dilindungi melindunga segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia.

"Jadi pendiri bangsa mencanangkan kita berubah dari bangsa yang dijajah menjadi bangsa kelas atas," ujarnya.

Mantan KSAD tersebut menuturkan bila Indonesia adalah national state, yang merupakan sebuah bangsa yang majemuk.

"Kemajemukan itu, contoh nyatanya adalah sila pertama Pancasila, berbunyi "Ketuhanan yang Mahaesa". Dan berbagai macam agama diakui di negara ini. Dari berbagai warna kulit, bahasa, semuanya politik diakui," tuturnya.

Contoh lainnya, Mantan Pangkostrad tersebut menambahkan bila bangsa Indonesia memperlakukan manusianya dengan sila kedua "Kemanusiaan yang Adil dan Beradab". Memperlakukan manusia yang adil dan beradab tak dibeda-bedakan. Tak ada warga kelas dua dan ketiga, kata dia, lantaran semua warga Indonesia kelas satu.

"Inilah yang sama-sama kita lihat tak berlaku, tak berlaku dengan benar, ada penyimpangan, dibilang agama tak boleh berpolitik. Ingat UUD 1945, Pasal 29 ayat 1 bahwa negara berdasarkan Ketuhanan yang Mahaesa. Dengan demikian tak ada dalam usaha apapun juga sebagai orang Islam menggunakan agamanya, Katolik ya agamanya, semuanya agamanya untuk kebaikan," tandasnya.

Sebelumnya, HRS mengatakan, dasar negara RI yang dikenal masyarakat adalah Pancasila. Karena itu, Pancasila sesuai dengan ajaran agama Islam, dan tidak perlu dibenturkan.

"Ternyata Pancasila itu kalau kita pelajari, dari sila pertama sampai kelima, isinya itu justru spirit akhlak. Pertama bicara tentang Ketuhanan yang Mahaesa. Ketuhanan ini memberikan satu motivasi kepada seluruh bangsa Indonesia bagaimana dalam melaksanakan kehidupan berbangsa, dan bernegara wajib menjunjung tinggi norma-norma luhur Ketuhanan yang Mahaesa, ini spirit akhlak yang luar biasa. Jadi dalam Pancasila itu sendiri sebetulnya spirit akhlak sudah ada," kata HRS.

tag: #gatot-nurmantyo  #fpi  #habib-rizieq  #tni  #pancasila  
Bagikan Berita ini :
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Advertisement
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Lainnya
Berita

Pengamat: Jika Moeldoko Disahkan, Negara Sedang Sakit

Oleh Ariful Hakim
pada hari Minggu, 07 Mar 2021
JAKARTA(TEROPONGSENAYAN)-- Kisruh Partai Demokrat bakal memasuki babak baru jika hasil Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang, Medan, diserahkan ke Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). ...
Berita

Lukman Edy Bicara Soal Prahara Demokrat, Ini Ujian AHY

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Mantan Sekjen DPP PKB Lukman Edy angkat suara perihal prahara Partai Demokrat, usai digelarnya KLB yang menetapkan Moeldoko sebagai Ketum Demokrat. "Kan AHY sudah ...