Oleh Rihad pada hari Kamis, 14 Jan 2021 - 19:24:32 WIB
Bagikan Berita ini :

Berkat Big Data, Pertamina Bisa Pantau Omset SPBU Secara Real Time

tscom_news_photo_1610627072.jpg
Ilustrasi SPBU (Sumber foto : ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Berkat teknologi, Pertamina kini bisa memantau secara real time penjualan bahan bakar minyak (BBM) di 5.500 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Jenis BBM yang bisa dipantau dalam real time adalah penjualan pertamax, pertalite, premium, solar, biosolar, pertamina dex, pertamax turbo, dexlite, bio solar industri, solar non pso, dan vigas.

Chief Executive Officer Commercial & Trading Subholding Pertamina Masud Khamid mengatakan, pihaknya akan membangun command center khusus untuk pelanggan Pertamina di kantor baru Pertamina di kawasan Gambir. "Nanti bentuknya seperti Command Center SPBU, tetapi khusus untuk pelanggan," ujarmya di Command Center SPBU Pertamina di kantor Telkom Legok, Kamis (14/1).

Dia menjelaskan, saat ini Pertamina sudah memiliki big data untuk memetakan seluruh aspek bisnis hilir Pertamina. "Kami bisa tahu penyaluran BBM solar subsidi, kami bisa tahu siapa yang "kencing" di jalan," ungkap dia.

Sebab, seluruh mobil tangki Pertamina sudah dipasang alat untuk terpantau keberadaanya. Selain itu juga volume yang ada juga terpantau dengan detail dari Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) sampai ke SPBU. "Kalau menyusut, berarti ada indikasi. Bisa saja kencing, bisa saja memang mobil tangki melewati daerah dingin," katanya.

Masud menjelaskan, kini tata niaga hilir Pertamina terbuka secara transparan. Secara internal pihaknya bisa membuat bisnis baru dengan data-data yang sudah diperoleh dalam penjualan BBM di SPBU.

Menariknya lagi, Pertamina bisa mengetahui stok BBM di sebuah SPBU karena akan ada peringatan dini jika tanda sudah merah atau stok sudah mulai habis di tangki timbun. "Berkat teknologi Telkom, seluruh SPBU di Indonesia saya bisa pantau real time, tidak akan ada lagi kelangkaan BBM," ungkap dia.

Dia menjelaskan, saat ini jika ada stok BBM di SPBU kosong maka akan ada peringatan dan pemilik harus segera membeli BBM ke TBBM terdekat. "Soal bayar nanti ke sepuluh, yang penting BBM ada dulu," ujar dia.

Masud mengatakan, jika ada pembelian solar dengan volume drum atau 200 liter akan ketahuan di command center SPBU. "SPBU mana dan pemiliknya siapa kami bisa tahu, solar kan subsidi tidak boleh dijual ke industri. Itu kami teruskan ke kepolisian biasanya," imbuh dia.

Ia mengungkapkan, sebelum ada program digitalisasi SPBU Pertamina tidak ada data yang bisa dilihat secara real time. "Saya kalau mau lihat sales BBM harus dua hari setelahnya, itupun angkanya beda-beda. Sekarang, hari ini juga saya bisa tahu penjualan berapa, sehari bisa Rp 1 triliun penjualan BBM Pertamina," katanya.

tag: #pt-pertamina  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
IDUL FITRI M HEKAL
advertisement
IDUL FITRI AHMAD NAJIB
advertisement
IDUL FITRI SINGGIH
advertisement
IDUL FITRI SOKSI
advertisement
Lainnya
Bisnis

Bamsoet : Pelatihan Berkualitas Kunci Daya Saing Pekerja Migran Indonesia

Oleh Aris Eko
pada hari Selasa, 06 Jan 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)— Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Indonesia (PELBAJINDO), Bambang Soesatyo, menuturkan ...
Bisnis

Beli Gabah Petani Non Tunai, Bulog Targetkan Data Serapan Nasional Secara Langsung 2026

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)—Mulai 2026, Bulog menerapkan pembelian gabah petani secara digital atau non tunai. Selain untuk keamanan transaksi bagi para petani, pola ini ditargetkan bisa merekam ...