Bisnis
Oleh Rihad pada hari Senin, 22 Mar 2021 - 23:18:01 WIB
Bagikan Berita ini :

Hutama Karya Siapkan Belanja Modal Hingga Rp6,9 Triliun

tscom_news_photo_1616429881.jpeg
Tol Sumatera (Sumber foto : ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Hutama Karya menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) senilai Rp6,9 triliun untuk 2021. EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Muhammad Fauzan menjelaskan sumber pendanaan untuk belanja modal tersebut berasal dari Penyertaan Modal Negara (PMN) serta alternatif pendanaan melalui creative financing a.l. pinjaman perbankan nasional dan multinasional hingga penerbitan obligasi.

“Kami menganggarkan capex untuk pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera [JTTS] sebesar 90 persen dari capex,” kata Fauzan kepada Bisnis, pekan lalu.

Hingga akhir 2020, jalan tol Trans - Sumatera sudah terbangun sepanjang total 1.156 kilometer dengan nilai investasi sekitar Rp66 triliun. Perinciannya ruas sepanjang 643 kilometer masih dalam tahap konstruksi sementara 513 kilometer sudah beroperasi.

Adapun, ruas tol Pekanbaru - Dumai dan tol Sigli - Banda Aceh seksi IV sudah rampung dan beroperasi sejak 2020. Hutama Karya melaporkan per Januari 2021 masih menggarap konstruksi 8 ruas tol Trans-Sumatera sepanjang total 568 kilometer.

Dalam kesempatan terpisah, Wakil Direktur Utama Hutama Karya Aloysius Kiik Ro mengungkapkan pihaknya masih akan menggelontorkan investasi ke JTTS sekitar Rp25 triliun - Rp30 triliun pada 2021.

“Rencana investasi kami 2021 sekitar Rp25 triliun - Rp30 triliun untuk mempercepat penyelesaian 8 ruas [JTTS] yang on going sekarang on top dari 6 ruas yang sudah beroperasi,” kata Aloysius, Jumat (19/3/2021).

Aloysius menambahkan sumber pendanaan capex sebagian besar berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) berupa Penyertaan Modal Negara (PMN).

Setidaknya HK sudah mengamankan Rp6,2 triliun dari PMN dan saat ini masih dalam tahap diskusi untuk mendapatkan sekitar Rp19 triliun lagi.

Selain pendanaan dari APBN, HK juga berharap mendapat suntikan likuiditas dari Indonesia Investment Authority (INA) lewat divestasi aset. Adapun, INA merupakan Lembaga Penyelenggara Investasi (Sovereign Wealth Fund/SWF) turunan dari UU Cipta Kerja.

tag: #tol-sumatera  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Bamsoet : Pelatihan Berkualitas Kunci Daya Saing Pekerja Migran Indonesia

Oleh Aris Eko
pada hari Selasa, 06 Jan 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)— Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Indonesia (PELBAJINDO), Bambang Soesatyo, menuturkan ...
Bisnis

Beli Gabah Petani Non Tunai, Bulog Targetkan Data Serapan Nasional Secara Langsung 2026

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)—Mulai 2026, Bulog menerapkan pembelian gabah petani secara digital atau non tunai. Selain untuk keamanan transaksi bagi para petani, pola ini ditargetkan bisa merekam ...