Oleh Ariful Hakim pada hari Selasa, 30 Mar 2021 - 08:14:51 WIB
Bagikan Berita ini :

Tertekan Penguatan Dolar, Harga Emas Anjlok

tscom_news_photo_1617066891.jpg
Emas antam (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)—Harga emas berjangka tergelincir lebih dari 1% ke level terendah lebih dari dua minggu pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), karena penguatan dolar dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS merusak daya tarik aset safe-haven logam kuning yang juga tertekan taruhan pemulihan ekonomi yang cepat di Amerika Serikat.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi COMEX New York Exchange, anjlok USD20,10 atau 1,16% menjadi ditutup pada USD1.712,20 per ounce, setelah jatuh ke level USD1.705,75 merupakan penurunan emas COMEX satu hari terbesar sejak 18 Maret.

"Bullish pasar emas membutuhkan dukungan fundamental," kata Analis Senior Kitco Metals, Jim Wyckoff dilansri dari Antara, Selasa (30/3/2021). Dia menambahkan bahwa kenaikan dolar AS dan peningkatan imbal hasil membatasi minat beli terhadap emas.

Indeks dolar mendekati level kunci 93, meningkatkan tekanan baru pada emas. Indeks dolar yang menguat terhadap mata uang utama saingannya, memperlemah daya tarik emas dalam denominasi greenback bagi investor yang memegang mata uang lainnya.

Pemulihan cepat ekonomi AS, dengan jumlah vaksin yang meningkat dan pengumuman Presiden AS Joe Biden minggu ini, adalah negatif jangka pendek untuk harga emas, tambah Wyckoff.

Biden akan merilis rincian tentang paket belanja infrastruktur yang bisa berkisar antara 3-4 triliun dolar AS pada Rabu (31/3/2021).

Imbal hasil yang lebih tinggi juga menantang status emas sebagai lindung nilai inflasi karena mereka menerjemahkan ke dalam peluang kerugian yang lebih tinggi untuk memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil. Imbal hasil surat utang AS 10-tahun mendekati level 1,7%.

"Baik imbal hasil obligasi AS10-tahun maupun dolar tidak dapat dikatakan sangat tinggi untuk hari ini, tetapi emas belum memiliki pergerakan yang cukup besar di kedua arah selama seminggu terakhir, jadi bias penurunan sekarang mungkin dibesar-besarkan," kata Philip Streible, ahli strategi logam mulia di Blueline Futures di Chicago.

"Emas mungkin (jatuh) menembus di bawah dukungan 1.700 dolar AS tetapi seharusnya pulih," tambah dia.

"Kami melihat hampir tidak ada ruang untuk harga emas secara nyata lebih tinggi sampai pertengahan tahun, meskipun emas seharusnya dapat memperoleh keuntungan yang signifikan pada paruh kedua tahun ini," tulis analis Commerzbank dalam sebuah catatan.

Sementara logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei turun 34,3 sen atau 1,37% menjadi ditutup pada USD24,771 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli naik USD2,40 atau 0,2% menjadi ditutup pada USD1.184,10 per ounce.

tag: #emas  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Banner Ramadhan Ir. Ali Wongso Sinaga
advertisement
Banner Ramadhan H. Singgih Januratmoko, S.K.H., M.M.
advertisement
Dompet Dhuafa: Sedekah Yatim
advertisement
Banner Ramadhan Mohamad Hekal, MBA
advertisement
Banner Ramadhan Sartono Hutomo, SE, MM
advertisement
Dompet Dhuafa: Parsel Ramadan
advertisement
Dompet Dhuafa: Zakat Fitrah
advertisement
Domper Dhuafa: Sedekah Quran
advertisement
Lainnya
Bisnis

Harga Emas Hari Ini, Sabtu 17 April 2021, Melonjak Lagi!

Oleh Ariful Hakim
pada hari Sabtu, 17 Apr 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-- Harga emas batangan 24 karat yang dijual di Pegadaian pada hari ini, Sabtu (17/4/21), terpantau menguat dibandingkan dengan harga kemarin. Berdasarkan informasi pada laman ...
Bisnis

BI Umumkan Utang Indonesia Naik Lagi, Anggota DPR: Over Borrowing

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri Indonesia sebesar 422,6 miliar dolar AS atau tumbuh 4 persen (yoy) pada Februari 2021, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ...