
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media (KPM) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Komisi I DPR RI menyelenggarakan Webinar Literasi Digital bertema “Gotong Royong Membangun Kolektif Menjaga Kedaulatan Bangsa” pada Kamis (23/4) pukul 09.30 WIB di Studio Cikajang, Jakarta Selatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam memperkuat ketahanan nasional melalui penguatan literasi digital masyarakat.
Hadir sebagai narasumber utama, Abraham Sridjaja menegaskan bahwa kedaulatan bangsa di era digital tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan negara secara konvensional, tetapi juga mencakup kemampuan dalam menjaga ruang digital dari berbagai ancaman yang dapat merusak persatuan dan kesatuan.
Dalam paparannya, Abraham menyampaikan bahwa nilai gotong royong harus terus dihidupkan dan diadaptasi dalam kehidupan digital masyarakat. Menurutnya, kolaborasi antarindividu dan antar kelompok menjadi kunci dalam menciptakan ruang digital yang aman, sehat, dan produktif.
“Gotong royong di era digital berarti bersama-sama menjaga kualitas informasi, melawan hoaks, serta menciptakan konten yang membangun. Ini adalah bentuk nyata kontribusi masyarakat dalam menjaga kedaulatan bangsa,” ujar Abraham.
Ia juga menekankan bahwa derasnya arus informasi di era digital menuntut masyarakat untuk memiliki kemampuan literasi digital yang memadai. Tanpa kemampuan tersebut, masyarakat rentan terhadap disinformasi, ujaran kebencian, hingga propaganda yang dapat mengancam stabilitas nasional.
Sebagai Anggota Komisi I DPR RI, Abraham menyampaikan bahwa penguatan literasi digital menjadi salah satu prioritas dalam mendukung ketahanan nasional. Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, komunitas, serta masyarakat luas dalam membangun kesadaran kolektif.
“Kedaulatan bangsa tidak bisa dijaga oleh satu pihak saja. Diperlukan kerja sama seluruh elemen bangsa untuk memastikan ruang digital kita tetap sehat dan berdaya saing,” tegasnya.
Turut hadir sebagai narasumber, Ismail Cawidu, yang dalam pemaparannya menekankan pentingnya ketahanan informasi sebagai bagian dari pertahanan non-militer. Ia menjelaskan bahwa penguatan literasi digital dapat menjadi benteng utama dalam menghadapi ancaman informasi global.
Sementara itu, M. Irfan Nurdiansyah menyoroti peran strategis generasi muda dalam membangun ekosistem digital yang positif. Ia mengajak generasi muda untuk aktif menjadi agen perubahan melalui penyebaran konten edukatif dan inspiratif.
Kegiatan yang dipandu oleh MC Aesha Najwa Alia dan dimoderatori oleh Mesak Paidjala ini berlangsung dinamis dan interaktif dengan partisipasi peserta dari berbagai kalangan. Diskusi yang berkembang menunjukkan tingginya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ruang digital sebagai bagian dari kedaulatan bangsa.
Acara kemudian ditutup dengan penampilan hiburan dari SC Band, yang memberikan nuansa segar sekaligus mempererat kebersamaan peserta.
Melalui kegiatan ini, Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media Komdigi bersama Komisi I DPR RI berharap semangat gotong royong dapat terus diperkuat dalam kehidupan digital masyarakat. Dengan kolaborasi yang solid dan literasi digital yang baik, Indonesia diharapkan mampu menjaga kedaulatan bangsa di tengah dinamika global yang semakin kompleks.