Oleh Sahlan Ake pada hari Sabtu, 10 Okt 2026 - 18:47:14 WIB
Bagikan Berita ini :

DPR Dorong Literasi Digital untuk Perkuat Produk Dalam Negeri

tscom_news_photo_1791632834.jpeg
Dave Laksono Anggota Komisi I DPR RI (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dr. Dave Akbarshah Fikarno menekankan pentingnya budaya bermedia digital yang cerdas dan bertanggung jawab. Ruang digital dinilai memiliki peluang besar untuk memperkuat promosi, pemasaran, dan perluasan pasar produk dalam negeri.

Hal tersebut disampaikan Dave dalam kegiatan Sosialisasi Merajut Nusantara BAKTI Kemkomdigi bersama Komisi I DPR RI bertema “Budaya Bermedia Digital: Cintai Produk Dalam Negeri”.
Kegiatan berlangsung di Grand Ballroom Hotel Prima Cirebon, Jumat (11/9/2026).

Dave menyebut mencintai produk dalam negeri merupakan bentuk bela negara modern yang dapat dilakukan masyarakat. Hal itu diwujudkan melalui kebiasaan membeli, menggunakan, dan mempromosikan produk karya Indonesia.

Menurut Dave, perkembangan teknologi digital memberikan peluang besar bagi pelaku UMKM untuk memperluas jangkauan pasar. Materi kegiatan mencatat UMKM berkontribusi sekitar 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Dave juga menekankan literasi digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan teknologi. Namun, mencakup etika komunikasi, keamanan data pribadi, serta budaya digital yang berlandaskan nilai kebangsaan.

Dalam aspek kebijakan, Komisi I DPR RI terus mendorong penguatan ekosistem digital nasional.
Hal tersebut mencakup perlindungan data pribadi, pemerataan akses internet, dan dukungan terhadap pelaku UMKM.

Dave juga menyoroti pentingnya perlindungan UMKM dari persaingan tidak sehat akibat masuknya produk impor. Regulasi digital diharapkan mampu menciptakan ruang usaha yang adil bagi produk lokal.

Sementara itu, Dewan Pengawas BAKTI Arfa Gunawan menjelaskan pemanfaatan teknologi digital dapat membantu UMKM meningkatkan pemasaran. Pelaku usaha dapat memanfaatkan e-commerce, media sosial, pembayaran digital, dan mesin pencari untuk menjangkau konsumen.

Arfa menambahkan, kualitas produk, inovasi, keaslian, dan distribusi menjadi faktor penting dalam menghadapi persaingan pasar. Produk dalam negeri harus terus dikembangkan agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Dosen FISIP Universitas Gunung Jati Hendri Suwarsono menilai perkembangan teknologi telah mengubah perilaku masyarakat dalam berbelanja.
Dengan tercatat 5.353 UMKM di Kota Cirebon pada 2025, ruang digital menjadi peluang besar bagi produk lokal.

Ia menyebut produk kuliner, batik, kerajinan, fashion, dan berbagai karya kreatif daerah dapat dipasarkan lebih luas melalui platform digital.
Namun, pemanfaatan teknologi harus disertai kemampuan literasi digital agar memberikan dampak positif.

Melalui Sosialisasi Merajut Nusantara, masyarakat diajak memahami bahwa budaya digital bukan hanya soal penggunaan teknologi. Tetapi juga bagaimana memanfaatkan ruang digital secara bijak, produktif, dan mendukung perekonomian nasional.

Dukungan terhadap produk dalam negeri dapat diwujudkan dengan membeli produk lokal dan mempromosikan karya anak bangsa. Kolaborasi masyarakat, UMKM, pemerintah, komunitas, dan platform digital menjadi kunci memperkuat daya saing ekonomi Indonesia.

tag: #dpr  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement