Ragam
Oleh Yunan Nasution pada hari Minggu, 19 Jul 2015 - 09:17:29 WIB
Bagikan Berita ini :

Pelajar di China Ternyata Pelajar Paling Stres di Dunia

42SekolahPenjara.jpg
Bentuk sekolah di China yang dirubah seperti penjara guna mencegah para pelajar melakukan aksi bunuh diri (Sumber foto : shanghaiist.com)

CHINA (TEROPONGSENAYAN) - Republik Rakyat China dari jaman dulu memang sudah sangat terkenal dengan kualitas belajarnya, sampai-sampai pepatah diciptakan, "Tuntulah ilmu walau pun harus ke negeri China." Hal ini juga bisa dibuktikan berdasarkan standar tes PISA dari lembaga OECD pada 2012 lalu melalui hasil kemampuan pelajar China dalam bidang baca tulis, berhitung, dan sains.

Berita yang lebih mencengangkan lagi adalah bahwa kualitas akademik pelajar di Shanghai ternyata mengalahkan Amerika Serikat dan Inggris secara keseluruhan. Tentunya tidak mudah untuk mencapai level seperti ini, peran pelajar, pemerintah dan tentunya guru sangat menentukan hasil dari proses belajar yang bisa dibilang sangat ketat ini.

Namun tidak bisa dipungkiri pula, dalam kasus ini tentunya yang menjadi pemeran utama adalah pelajar yang menjadi objek dari penilaian, mau tak mau pelajar di China dituntut untuk terus bisa mempertahankan kualitas belajar di negara mereka guna menghadapi persaingan pendidikan dengan dunia luar, lain lagi tuntutan secara pribadi dari pihak orang tua yang semakin ingin melihat putra-putri mereka untuk terus berprestasi.

Efek buruk dari semua tuntutan itu adalah banyaknya pelajar yang begitu tertekan dan stres, bahkan tidak jarang kasus bunuh diri pelajar terjadi di China terutama sekali di sekolah-sekolah terkemuka yang begitu ketat dengan persaingan siswa. Berikut ini adalah bukti-bukti bahwa pelajar di China adalah pelajar paling stres sedunia.

1. Cegah Murid Bunuh Diri, Bentuk Sekolah Diubah Jadi Penjara

Hari-hari mendekati gaokao yaitu ujian masuk perguruan tinggi merupakan musim belajar yang paling menekan bagi pelajar di China. Tekanan berat siswa menjelang musim gaokao telah menyebabkan momen ini sebagai kecenderungan tragis bunuh diri di kalangan pemuda China. Hal ini bahkan lebih sering terjadi di beberapa sekolah terkemuka seperti di SMA Hengshui di Hebei, sekolah ini dianggap salah satu sekolah terbaik di China.

Untuk mencegah para siswa bunuh diri, berbagai upaya pun akhirnya dilakukan pihak sekolah demi keamanan siswa. Dilansir dari shanghaiist.com, SMA Hengshui sengaja memasang pagar hingga ke langit-langit sekolah dengan besi untuk menghindari adanya siswa yang melompat. Alhasil, sekolah pun kini tampak layaknya penjara.

2. Demi Bisa Mencotek, Pelajar China Sengaja Ciptakan Alat Canggih

Menghadapi gaokao atau ujian masuk perguruan tinggi tampaknya benar-benar memberikan tekanan tersendiri pada pelajar, demi bisa lulus ujian akhirnya beberapa belajar China pun nekat menciptakan alat canggih yang bisa digunkan untuk mencontek.

Dilansir dari dailymail.co.uk, pada gaokao yang diselenggaran tahun lalu, pemerintah telah menangkap alat canggih yang digunakan pelajar untuk mencotek saat ujian. Beberapa alat itu berupa pena dengan kamera tersembunyi, rompi canggih yang terhubung dengan ponsel dan radio sebagai alat komunikasi dengan penyedia jawaban dari luar area ujian.

3. Pengawasan Ujian Pakai Drone

Dilansir dari dailymail.co.uk, teknologi untuk mengantisipasi kecurangan ujian yang baru akan mulai digunakan di Luoyang China tengah selama gaokao ujian masuk universitas, pengawasan akan dilakukan dari udara dengan menggunakan Drone, pesawat tak berawak itu terus mengintari area ujian untuk memastikan bahwa pelajar tidak akan berbuat curang.

Tapi selain itu, antisipasi pelajar curang tak kalah eksrim dilakukan oleh beberapa sekolah terkemuka di China, bukan hanya untuk menghadapi gaokao, tapi juga untuk ujian biasa di sekolah. Misalnya saja yang dilakukan oleh Akademi Shaanxi Sanhe di Kota Baoji, provinsi Shaanxi, barat daya China, mereka melakukan ujian di luar ruangan alias di lapangan sekolah dengan alasan agar secara psikologis siswa merasa di awasi selama ujian berlangsung.

Ujian seperti ini sudah diterapkan selama 10 tahun. Setelah pelaksaan ujian yang super ketat itu, selanjutnya nilai siswa akan langung diumumkan oleh rektor akademi tersebut.

4. Jelang Ujian, Pelajar Sobek Buku Pelajaran

Ini merupakan bukti yang sangat nyata bahwa pelajar China adalah pelajar yang paling stres dan tertekan. Kejenuhan mereka sudah tidak bisa diatasi lagi sehingga menimbulkan dendam untuk diri sendiri. Di saat siswa biasanya sibuk membaca buku pelajaran untuk persiapan ujian, beda halnya dengan tradisi siswa China. Seolah-olah merasa sudah bebas dan merdeka, mereka malah merusak dan menghancurkan buku-buku pelajaran jelang pelaksaan "gaokao" alias ujian masuk universitas dan menganggap aksi merusak buku ini sangat menyenangkan, begitulah yang dilansir dari ecns.cn.

5. PR Murid China Paling Menumpuk

Remaja di Shanghai, RRC menghabiskan waktu rata-rata 14 jam per minggu untuk menyelesaikan tugas mereka di sekolah di mana pelajar di Finlandia yang terkenal sangat santai hanya membutuhkan 3 jam untuk mengerjakan PR mereka.

Menurut OECD yang mengelola tes PISa, pekerjaan rumah (PR) sangat memiliki peran penting dalam perkembangan akademik peserta didik. Negara selain China seperti Hong Kong, Jepang, Makau dan Singapura juga memberi PR yang menumpuk bagi murid mereka, tapi tetap saja China lah yang paling menonjol.

Pelajar berusia 15 tahun rata-rata menghabiskan 3 jam untuk mengerjakan PR dalam seminggu, tetapi selain itu, mereka juga menghabiskan tambahan waktu selama 1,4 jam untuk belajar bersama tutor pribadi mereka dan 3,6 jam lainnya untuk pelajaran tambahan di sekolah.

Dengan demikian bisa dibayangkan, yang dilakukan pelajar China hanyalah belajar, belajar dan mengerjakan PR. Melihat dari kegiatan belajar mereka, tidak heran juga jika mereka pintar-pintar. Demikianlah bukti yang menunjukan bahwa pelajar di China adalah pelajar yang paling stres sedunia, semoga artikel ini bermanfaat.(yn)

Sumber: Di Sini

tag: #pelajar china  #china  #pelajar stres  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Ragam Lainnya
Ragam

Di Sela Tetesan Air Mata, Sri Mulyani Minta Karyawan Jangan Menyerah

Oleh Rihad
pada hari Monday, 25 Mei 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sampai menangis saat mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri. Tetesan air mata ini terjadi ketika Sri Mulyani mengadakan silaturahmi ...
Ragam

Hassan Shadily: Putra Madura yang Menyusun Kamus Sampai ke Amerika

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Hari Kebangkitan Nasional tahun ini bertepatan dengan peringatan Seabad Hassan Shadily. Hassan Shadily merupakan sosok yang mempunyai andil penting dalam peletakkan dasar ...