Opini
Oleh Haris Mothy (Aktivis Petisi 28) pada hari Senin, 27 Jul 2015 - 22:12:27 WIB
Bagikan Berita ini :

Negeri Seolah-Olah Demokrasi

84medium_93Haris Rusly-indra.jpg
Haris Mothy (Aktivis Petisi 28) (Sumber foto : Indra Kusuma/TeropongSenayan)

Inilah negeri seolah-olah demokrasi. Tak salah ungkapan Gus Dur menilai praktek demokrasi di negara yang pernah dipimpinnya sekaligus dicintainya ini. Demokrasi dijalankan agar kelihatan tampak demokratis. Bukan sesungguhnya.

Cobalah kita ikuti beberapa ungkapan dibawah ini. Memotret betapa ambigunya dengan azas demokrasi yang menjadi makanan pagi para pelakunya. Bahkan tak jarang dengan lantang menyuarakan paling demokratis. Mari simak.

Katanya masa jabatan Presiden yang tak dibatasi itu akan melahirkan oligarki. Tapi untuk masa jabatan Ketua Umum Parpol tak boleh di batasi masa jabatannya. Bahkan ada tanda-tanda seumur hidup hingga mati di atas kursi Ketua Umum.

Katanya untuk memilih Presiden dan Kepala Daerah menggunakan mekanisme perwakilan dan dipilih oleh parlemen itu tidak demokratis. Jadi harus untuk memilih Presiden maupun Kepala Daerah harus pemilu langsung.

Tapi untuk memilih Ketua Umum Parpol tak perlu melibatkan seluruh anggota. Cukup menggunakan mekanisme perwakilan setiap tingkatan dan dilakukan melalui mekanisme mufakat bulat-bulat. Inipun dikalim demokratis juga.

Ini negara semua institusi publik telah diprivatisasi, parpol diprivatisasi, BUMN diprivatisasi. Demokrasi pun ditekuk menjadi milik pribadi. Pada negeri seolah-olah demokrasi semua menjadi milik pribadi?

Mari bertanya kepada rumput yang bergoyang.(*)

Disclaimer : Rubrik Opini adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya. Setiap Opini di kanal ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis dan teropongsenayan.com terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini. Redaksi teropongsenayan.com akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

tag: #haris  #demokrasi  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
Opini Lainnya
Opini

Golkar 62 Tahun: Partai Tengah yang Harus Menjaga Akal Sehat Kebangsaan

Oleh Achmad Faridz Ramadhan
pada hari Rabu, 21 Okt 2026
Bambang Soesatyo, Anggota Wantimpres RI/Wakil Ketua Umum Partai Golkar/Ketua MPR RI ke-15/Ketua DPR RI ke-20/ Ketua Komisi III DPR RI ke-7/ Dosen Pascasarjana (S3) Ilmu Hukum Universitas Borobudur, ...
Opini

Dua Tahun Prabowo: Mengelola Kesejahteraan, Membentuk Warga

Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menjadi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan yang lebih mendasar daripada sekadar berapa banyak program telah dilaksanakan. Bagaimana negara ...