Opini
Oleh Haris Mothy (Aktivis Petisi 28) pada hari Jumat, 07 Agu 2015 - 14:43:48 WIB
Bagikan Berita ini :

Inilah Empat United yang Mengendalikan Peradaban!

46medium_93Haris Rusly-indra.jpg
Haris Rusly, Aktivis Petisi 28 (Sumber foto : Indra Kusuma/TeropongSenayan)

Mengukur peradaban barat yang menguasai dunia itu simpel atau mudah dan nyata, tak perlu pakai teori muluk muluk. Namun cukup dengan sejumlah indikator atau ukuran yang bisa dengan mudah dijumpai didepan mata kita.

Pertama, internasionalisasi huruf. Huruf yang kita gunakan itu huruf latin. Ada bahasa Indonesia dengan huruf latin, bahasa Tagalog dengan huruf latin. Beda dengan peradaban Arab atau China yang hurufnya rumit dan tidak 'mendunia'.

Kedua, bahasa yang mendunia. Bahasa yang digunakan sebagai percakapan masyarakat dunia hingga hari ini masih bahasa Inggris. Peradaban Arab dan China juga tak mampu menjadikan bahasanya sebagai bahasa International.

Penempatan bahasa Inggris sebagai bahasa international ini pertanda mindset atau pola pikir masyarakat dunia itu masih di bawah kendali barat (Inggris). Betapapun bahasa memang menunjukkan pola pikir para pemakainya.

Ketiga, alat tukar sekaligus alat ukur transaksi international masih menggunakan mata uang dollar Amerika (USD). Ini mengindikasikan perekomomian China masih bisa runtuh jika dipukul menggunakan USD.

Keempat, penanggalan yang dipakai oleh masyarakat dunia hingga kini adalah kalender Gregorian atau Masehi. Baik kalender China, Arab ataupun lainnya tidak mampu mengalahkan kalender Masehi.

Kelima, sistem politik dan sistem ekonomi (soft ware) yg dipakai secara international. Baik itu sistem demokrasi liberal maupun ekonomi liberal (soft ware) yang juga berasal dari Inggris.

Kelima, penguasaan tanah. Inggris bukan hanya menguasai sistem dan mindset dunia namun juga menguasai tanah atau kontinental. Tanah Australia, Selandia Baru, Kanada, Amerika, hingga Afrika hingga sekarang masih di bawah kekuasaan Inggris. Belum lagi ada 50-an negara persemakmuran yang juga berada dalam pengaruh Inggris.

Keenam, penyebaran warga keturunan. Inggris menyebarkan keturunannya yang berasal dari ras mereka ke Amerika, Kanada, Australia hingga Selandia Baru. Selain itu sebagian warga kulit putih di Afrika itu awalnya adalah imigran dari Inggris.

Jadi jika menggunakan indikator di atas, peradaban barat itu hanya bisa digeser pakai kekerasan. Kali ini barangkali dengan Perang Dunia III. Sebab kalau hanya perang mata uang tak bisa mengalahkan barat. Sebab yang membuat sekaligus menguasai pasar bebas adalah peradaban barat.

Untuk itulah Huntington menyebutnya perang antar peradaban. Inti dari perang peradaban itu adalah penguasaan mindset dan sistem. Sekadar mengingatkan bahwa Islam dan China pernah menjadi peradaban dunia melalui perang dan kekerasan.

Apakah saat ini Islam dan China sangggup? Atau peradaban Nusantara juga ingin tampil dalam panggung dunia? Rasanya masih jauh. Bahkan bisa dikatakan jauh sekali. Apalagi medan peperangan saat ini jauh berbeda dengan berabad lalu.

Perang saat ini adalah PERANG ANTAR KORPORASI (Multi National Coorporation-MNC). Negara hanya jadi alat KORPORASI. Perang antar ideologi seperti perang dingin makin kabur.

Terbukti Amerika (kapitalis) berdamai dengan Kuba (komunis). China (komunis) berantem dengan Vietnam (komunis) soal perbatasan. Amerika (Kristen) juga berdamai dengan Iran (Islam).

Persoalannya jika kepentingan korporasinya (MNC) berbenturan, maka negara bisa jadi alat untuk dibenturkan atau dibuat untuk saling berperang. Hanya saja semua masih dalam kontrol raja dunia, yaitu Inggris, dengan Kepala Premannya (Polisi Dunia) Amerika sebagai alat korporasi.

Tak percaya? Ini buktinya. Di dunia ini hanya ada empat United:

1. United Kingdom (KERAJAAN, Inggris)

2. United State (NEGARA, Amerika)

3. United Nation ( BANGSA, PBB)

4. United Manchester (BOLA...he he he)

(*)

Disclaimer : Rubrik Opini adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya. Setiap Opini di kanal ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis dan teropongsenayan.com terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini. Redaksi teropongsenayan.com akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

tag: #haris  #demokrasi  #united  #peradaban  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Opini Lainnya
Opini
Refleksi Kunjungan Daerah Pemilihan Papua

Jalan Berliku Tanah Damai Papua

Oleh Yorrys Raweyai Ketua MPR FOR Papua Anggota DPD RI (B-129) Daerah Pemilihan Provinsi Papua
pada hari Minggu, 22 Nov 2020
Di tengah wacana Perubahan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Papua, berbagai persoalan klasik seputar konsistensi implementasi Otonomi Khusus Papua masih mengemuka. Bahkan ...
Opini

Tantangan PPP di Pemilu 2024

            Terlepas dari perbincangan maraknya perebutan suara merebut kursi ketum PPP pada Muktamar IX, ada agenda penting PPP dalam menyambut Pemilu ...