Opini
Oleh Muchtar Effendi Harahap (Aktivis 78) pada hari Jumat, 04 Sep 2015 - 17:31:48 WIB
Bagikan Berita ini :

Mengapa DPP PAN Mendukung Jokowi?

62logo pan.jpg
Logo PAN (Sumber foto : Istimewa)

Memahami síkap beberapa pimpingan PAN mendukung Presiden Jokowi, ada beberapa faktor yang menjadi alasan kuat. Namun sebagian besar adalah demi kepentingan elit partai.

Alasan itu adalah, pertama berupa kepentingan bisnis para korporasi yang selama ini membantu elite PAN yang sudah merapat ke Jokowi.

Kedua, kepentingan kontiunitas kekuasaan Ketua MPR di tangan Ketum DPP PAN yang sangat rawan dikriminalisasi krn kasus dugaan korupsi.

Ketiga, paling penting, kekhawatiran akan diterbitkan keputusan Menkumham tentang pembatalan keabsahan/legalitas hukum atas Kepengurusan DPP pimpinan SB dan ZH karena sudah keluar surat penolakan terhadap upaya naik banding PAN atas keputusan Pengadilan Jakarta Selatan tentang pemalsuan AD/ART hasil Kongres PAN di Semarang dulu.

Surat penolakan MA ini, mempertegas keputusan Pengadilan Jakarta Selatan mengikat dan final [inkrach]. Atas surat penolakan MA ini, seharusnya Menkumham membatalkan keputusannya melegalkan kepengurusan SB dan ZH.

Jika, Menkumhan membatalkan demi hukum, maka semua pasangan calon Pilkada yang diusung PAN, gagal demi hukum. Akibatnya, para calon dimaksud bisa menuntut ganti rugi termasuk uang 'mahar'.

Jadi, menurut saya, ada tiga faktor minimal, mengapa PAN mendukung Jokowi? Kalau pemimpin PAN menjustifikasi atau merasionalisasi keputusan mendukung Jokowi akan membantu memecahkan masalah kemerosotan ekonomi nasional, tidak rasional dan masuk akal. Asbun.

Bahkan tidak ada hubungan signifikan. Untuk memahami korporasi di PAN, kita akan temukan kaum korporasi (1) tampil dalam struktur atas permintaan politisi elite PAN, dan (2) tidak tampil dalam struktur.

Kedua tipe korporasi di PAN sesungguhnya 'pemburu rente' sangat bergantung pada kekuasaan negara. PAN dan elitenya acapkali dimanfaatkan. Kedua tipe korporet ini sesungguhnya tidak ingin menjadi Menteri. Yang kebelet itu para kader politisi transaksional, bukan ideologi.(*)

TeropongRakyat adalah media warga. Setiap opini/berita di TeropongRakyat menjadi tanggung jawab Penulis.

Disclaimer : Rubrik Opini adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya. Setiap Opini di kanal ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis dan teropongsenayan.com terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini. Redaksi teropongsenayan.com akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

tag: #pan  #jokowi  #muchtar effendi  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
Opini Lainnya
Opini

Manusia dan Kekuasaan: Siapa Mengendalikan Siapa?

Oleh Team Redaksi teropongsenayan.com
pada hari Jumat, 24 Jul 2026
Sepanjang sejarah peradaban, pertanyaan tentang relasi antara manusia dan kekuasaan tetap menjadi teka-teki filosofis sekaligus tantangan praktis yang tak pernah usai. Di satu sisi, kekuasaan adalah ...
Opini

Menyuruh Rakyatnya Sendiri Pindah Negara, Narasi Buruk Seorang Presiden

Seorang Presiden dipilih bukan untuk menyuruh rakyatnya pergi, melainkan untuk memastikan rakyatnya tetap punya alasan mencintai dan bertahan di negerinya sendiri. Ketika rakyat mengeluhkan harga ...