Jakarta
Oleh Alfian Risfil Auton pada hari Minggu, 20 Sep 2015 - 18:57:14 WIB
Bagikan Berita ini :

Serius, Warga Tionghoa Jakarta Minta Ahok Tak Ikut Pilgub 2017

70Screenshot_2015-09-20-18-41-40_1442749392075.jpg
Lieus Sungkharisma (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Inilah permintaan masyarakat keturunan Tionghoa warga Jakarta. Mereka minta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tak ikut pemilihan gubernur DKI Jakarta 2017.

"Masyarakat Tionghoa di Jakarta minta Ahok tidak ikut pemilihan gubernur. Cukup sampai 2017 (sebagai gubernur DKI Jakarta-red)," ujar Lieus Shungkharisma, tokoh warga Tionghoa kepada TeropongJakarta, Minggu (20/9/2015).

Baca juga :Gojek Dicurigai Barter KTP Dengan Ahok

Baca juga :Ahok Santai Dituduh Manfaatkan KTP Go-Jek untuk Pilkada

Menurut Lieus, warga Tionghoa di Jakarta berharap Ahok tidak mengumbar ambisi. Namun justru akan menorehkan legacy (peninggalan) yang lebih baik bagi Jakarta dengan fokus memperbaiki sistem pemerintahan di ibukota.

"Terus terang, sejak peristiwa penggusuran di Kampung Pulo, kami warga Tionghoa di Jakarta sangat khawatir keberadaan Gubernur Ahok memicu berbagai kekerasan di ibukota," papar Lieus yang juga aktivis masyarakat Tionghoa ini.

Baca juga :Diskriminatif, Taksi Uber Dirazia, Gojek Dibiarkan

Lieus mengaku risau dengan gaya Ahok selama menjadi Gubernur Jakarta. Sebab, selain sering mengumbar sumpah serapah Ahok juga dinilai menebarkan permusuhan, caci maki serta berperilaku kasar.

Dia juga menyarankan Ahok lebih baik memimpin seleksi para calon Gubernur DKI Jakarta. Usulan ini bisa dilakukan dengan menggandeng para tokoh Betawi serta lintas golongan. Sehingga diharapkan akan diperoleh calon gubernur yang terbaik.(ris)

tag: #ahok  #lieus  #jakarta  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
IDUL FITRI M HEKAL
advertisement
IDUL FITRI AHMAD NAJIB
advertisement
IDUL FITRI SINGGIH
advertisement
IDUL FITRI SOKSI
advertisement
Jakarta Lainnya
Jakarta

Integritas Pegawai Jadi Fondasi Reformasi Kemenimipas 2026

Oleh Redaksi Teropongsenayan
pada hari Rabu, 01 Apr 2026
Jakarta - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) memasuki 2026 dengan membawa semangat reformasi birokrasi dan penguatan integritas aparatur. Namun tantangan sesungguhnya bukan pada ...
Jakarta

Imigrasi Jadi Motor Ekonomi, Lapas Fokus Kemandirian

JAKARTA – Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Abdullah Rasyid menegaskan bahwa arah kebijakan kementerian saat ini tidak lagi semata berorientasi pada fungsi administratif, ...