Jakarta
Oleh Emka Abdullah pada hari Jumat, 18 Sep 2015 - 18:55:56 WIB
Bagikan Berita ini :

Taksi Uber Dirazia Gojek Dibiarkan, Ahok Dinilai Diskriminatif

3images.jpg
Ojek online, Gojek (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - DPP Organda (Organisasi Pengusaha Angkutan Darat) memprotes kebijakan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang dinilai diskriminatif terhadap perusahaan angkutan.

Di satu sisi, Ahok membiarkan angkutan sepeda motor berbasis aplikasi Gojek, tetapi di sisi lain melakukan razia terhadap Uber Taksi.

Ketua Dewan Penasihat DPP Organda Pusat Laode Jeni mengatakan, cara yang ditempuh Ahok sebagai gubernur sangat tidak sehat dan sangat tidak mendidik.

"Sejak awal keberadaannya, Gojek telah menimbulkan masalah karena masuk kategori angkutan ilegal. Tapi anehnya, Gubernur membiarkan Gojek beroperasi secara merajalela," ujar Laode kepada TeropongSenayan di Jakarta, Jumat (18/9/2015).

Bukti lain bahwa Ahok diskriminatif, lanjut Laode, Ahok juga melakukan razia terhadap Grabe Car, taksi tak berizin.

"Saya tidak bisa memahami jalan pikiran Ahok yang membiarkan praktik ilegal di bidang angkutan," papar Laode.

Organda, kata Laode, tetap pada pendiriannya bahwa Undang-Undang Lalu Lintas tidak mengakui kendaraan roda dua sebagai moda angkutan. Selain ilegal, menggunakan ojek sebagai angkutan juga rawan kecelakaan.

Sebagaimana diberitakan, aparat kepolisian dari Polda Metro Jaya dan Dinas Perhubungan melakukan razia terhadap Uber Taxi dan Grabe Car yang beroperasi di wilayah Jakarta. Sebanyak 20 unit taksi Uber ditangkap dan dikandangkan.(yn)

tag: #taksi uber  #gojek  #ahok  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
IDUL FITRI M HEKAL
advertisement
IDUL FITRI AHMAD NAJIB
advertisement
IDUL FITRI SINGGIH
advertisement
IDUL FITRI SOKSI
advertisement
Jakarta Lainnya
Jakarta

Integritas Pegawai Jadi Fondasi Reformasi Kemenimipas 2026

Oleh Redaksi Teropongsenayan
pada hari Rabu, 01 Apr 2026
Jakarta - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) memasuki 2026 dengan membawa semangat reformasi birokrasi dan penguatan integritas aparatur. Namun tantangan sesungguhnya bukan pada ...
Jakarta

Imigrasi Jadi Motor Ekonomi, Lapas Fokus Kemandirian

JAKARTA – Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Abdullah Rasyid menegaskan bahwa arah kebijakan kementerian saat ini tidak lagi semata berorientasi pada fungsi administratif, ...