Aktivis Lingkungan Dibunuh, Ketua MPR: Biadab
Oleh Sahlan Ake pada hari Rabu, 30 Sep 2015 - 14:08:54 WIB

Bagikan Berita ini :

87pembunuhan.jpg
Sumber foto : Istimewa
Ilustrasi

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan meminta kasus pembunuhan terhadap aktivis lingkungan hidup, Salim Kancil di Lumajang, Jawa Tengah diusut secara tuntas.

Menurut dia, aksi pembunuhan itu tergolong keji dan tidak berperikemanusiaan.

"Biadab, usut tuntas, tegakkan aturan, agar ada yang terjerat jangan hilang begitu saja," ujar Zulkifli di kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (30/9/2015).

Ketua umum PAN ini menceritakan, Kancil ini sebagai aktivis yang menolak adanya upaya merusak lingkungan dari pihak yang tidak bertanggungjawab. Maka dari itu, dia tak habis pikir aktivis tersebut sampai dibunuh.

"Pembela tambang, ada yang menambang, merusak lingkungan, terus dibela aktivis, terus terbunuh, itu biadab sekali," ucapnya.

Lebih jauh, dia mempertanyakan peran aparat keamanan. Padahal, Kancil sendiri sudah melapor tentang adanya ancaman dan teror kepada dirinya.

"Ya itu diusut dong, siapa yg salah kan ketahuan nanti," kata Zul, panggilan akrab Zulkifli.

Aktivis petani Salim Kancil (46), dibunuh oleh orang tak dikenal akibat menyuarakan penolakan operasi pertambangan pasir di Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Sebelumnya dikabarkan, Salim dijemput oleh sejumlah preman yang disinyalir suruhan seseorang. Kemuian Salim dibunuh dan mayatnya dibuang di tepi jalan dekat area perkebunan milik warga.

‎Sementara korban penganiayaan lainnya, Tosan, juga mengalami luka parah. Ia yang kritis sedang dirawat di rumah sakit di Malang.(yn)

tag: #kancil  #aktivis lingkungan  #ketua mpr  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca teropongsenayan.com yth.

Polemik Ratna Sarumpaet, dalam waktu sekejap, membuka mata-telinga dan mengejutkan banyak kalangan. Termasuk mata dan telinga para politisi.

Setelah polisi membuktikan kebohongan Ratna, dan yang bersangkutan juga mengaku berbohong, polemik pun semakin kencang. Di sisi lain, beberapa kalangan menengarai polemik kebohongan Ratna berimplikasi terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2019. Yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Anda, seperti apa dampak dari implikasi tersebut:

  • 1. Berpengaruh positif terhadap Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2. Berpengaruh positif terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
  • 3. Tidak berpengaruh terhadap masing-masing paslon
LIHAT HASIL POLING
TSTRENDING