Berita
Oleh Mandra Pradipta pada hari Minggu, 25 Okt 2015 - 10:27:51 WIB
Bagikan Berita ini :

Pelukis Ini Kritik DPR dengan Lukisan Bergambar Babi dan Tikus

89lukisan-hardi1.jpg
Hardi (kiri) memamerkan lukisan hasil karyanya di TIM, Jakarta Pusat, Minggu (25/10/2015) (Sumber foto : Mandra Pradipta/TeropongSenayan)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Kegeraman terhadap kinerja DPR disuarakan oleh berbagai kalangan, termasuk para pelukis.
Dalam pameran seni lukis bertema "Rendering Regime" yang digelar di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, seorang pelukis bernama Hardi menyampaikan kritikannya terhadap DPR dengan membuat enam lukisan dengan ilustrasi gambar babi dan tikus.

Pelukis Hardi mengekspresikan dengan warna-warna yang menarik. Di salah satu hasil karya Hardi, terdapat gambar orang berwajah babi dan tikus yang dengan memegang kantong uang bertuliskan "Konspirasi Rp 11,2 Triliun", "Dana Aspirasi Rp 20 Miliar, dan "Ganyang Koruptor".

"Kan seniman itu paling akhir kalau sudah seniman ikut demo dan melukis kritik itu berarti kesabarannya sudah habis. Tapi fokus kritikan kita selama ini kepada DPR dan DPRD," kata Hardi kepada TeropongSenayan di TIM, Jakarta Pusat, Minggu (25/10/2015).

Hardi pun mengungkapkan, tiga fungsi DPR yakni penganggaran, pengawasan, dan legislasi justru dijadikan lahan untuk mengeruk keuntungan kelompok dan pribadi.

"Legislatif itu kan yang merancang anggaran, malah dikorupsi sendiri. Itu yang harus kita lawan. Mereka vokal, kita harus juga vokal," tandasnya.

Selain itu, ia juga mendesak agar DPR bisa duduk bersama dengan para seniman dalam merancang RUU Kebudayaan yang dianggap selama ini belum mewakili.

"Tidak disosialisasikan dengan seniman jadi sampai sekarang terkatung-katung (RUU Kebudayaan) karena mendefinisikan kebudayaan terlalu lebar dan luas, kemudian masuk laut," jelasnya.(yn)

tag: #kinerja dpr  #lukisan  #parlemen  #senayan  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Tak Kuasa Menahan Kemarahan Risma, Mobil PCR Akhirnya Beroperasi di Surabaya

Oleh Sahlan Ake
pada hari Sabtu, 30 Mei 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Usai membuat marah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, akhirnya mobil laboratorium PCR bantuan BNPB dioperasikan di Kota Surabaya, Jawa Timur, mulai Sabtu ...
Berita

Driver Ojol Akan Mengadu ke Jokowi Jika Dilarang Bawa Penumpang Saat New Normal

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Apabila pemerintah melarang ojol untuk mengangkut penumpang saat kebijakan new normal diberlakukan nanti, maka Pengemudi ojek online (ojol) yang tergabung dalam Gabungan ...