Berita
Oleh Ahmad Hatim Benarfa pada hari Senin, 15 Feb 2016 - 07:27:00 WIB
Bagikan Berita ini :

Jokowi antara Ucapan dan Tindakan tak Sesuai

99jokowikecele.jpg
Presiden Jokowi (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Arif Puyono angkat bicara menilai kinerja pemerintahan Jokowi-JK yang telah melewati masa kerja lebih satu tahun. Ia mengkritik kerja pemerintahan yang dianggapnya belum memperlihatkan kemajuan.

Sebagai partai oposisi, Arif mengatakan pihaknya sudah cukup toleran dengan melalui fraksinya di DPR ikut menyetujui pengesahan Anggaran Pengeluaran dan Belanja Negara 2016 kemarin. Ternyata, kata dia, program yang dijalankan pemerintah melenceng dari yang dijanjikannya.

"Gerindra sudah cukup memberikan kemudahan dalam penyusunan APBN. Tetapi program Jokowi tidak sesuai dengan omongannya," ujar Arif saat acara diskusi bertajuk "Reshufle Kabinet; Mengembalikan Kepercayaan Publik di Menteng, Jakarta, Minggu (14/2/2016).

Arif mengajukan sejumlah contoh yang dinilainya bertentangan dengan kepentingan masyarakat. Diantaranya, terkait proyek kereta cepat jalur Jakarta-Bandung.

"Sebenarnya seberapa jauh urgensi kereta cepat Jakarta-Bandung. Dibandingkan dengan pembangunan infrastruktur yang menjadi kebutuhan masyarakat di Jawa atau di luar Jawa, itu jauh lebih penting.

Selain itu, Arif menilai Jokowi juga tidak konsisten dalam memenuhi janjinya untuk tidak menginpor beras.

"Janjinya dalam waktu satu tahun tidak akan impor beras. Kenyataannya, Jokowi berbeda pendapat dengan wakil presiden, pak JK. Akhirnya Jokowi menyetujui impor beras," ungkapnya. (Icl)

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement