
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Ribuan buruh yang menggelar aksi demo di gedung KPK kecewa pada aparat kepolisian dan Komisioner KPK.
Pasalnya, mereka yang menuntut KPK serius mengusutkasus Gubernur DKI Basuki Tjahja Purnama (Ahok)hanya "diminta" menemui tuyul dan genderuwo.
Sekjen KSPI M. Rusdy mengatakan, ribuan buruh yang tergabung dalam KSPI, FSPMI, dan RRI mendatangi gedung KPK untuk memastikan kerja KPK dalam menuntaskan dan membereskan dugaan Gubernur Ahok sebagai tersangka korupsi berbagai kasus, seperti RS Sumber Waras, Reklamasi, dan dana CSR.
"Tapi kami kecewa, baik pada polisi dan KPK. Datang dari berbagai penjuru, dari Jakarta, Bekasi dan Tangerang malah dihalau dengan berbagai macam alasan dan diarahkan ke gedung KPK baru yang kosong melompong," ujarnya di gedung KPK, Setiabudi, Jakarta, Kamis (2/6/2016).
"Hanya ada tuyul dan gondoruwa.Jadi ini ceritanya kita menghadap ke mereka agar kasus ini makin gak jelas seperti mereka," cetus dia.
Rusdy menerangkan, kalau ribuan buruh itu menuntut agar KPK bertindak tegas. Sebab, KPK merupakan salah satu lembaga yang masih dipercaya masyarakat untuk mengurusi kasus-kasus korupsi.
Buruh pun meminta KPK untuk tidak pilih kasih, tajam ke bawah dalam artian masyarakat miskin tapi tumpul ke atas dalam arti masyarakat kelas atas.
"Jangan asal tangkap pribumi, tapi bandar korupsi didiamkan saja. Kami mendesak hari ini KPK menangkap Ahok, termasuk asisten pribadinya yang bernama Sunny, dan Agung Podomoro itu. Mereka ini kemana? Biasanya KPK cepat, biasanya kalau habis memeriksa, KPK langsung melakukan penangkapan, dan penahanan, tapi sekarang kok melempem," sesal dia. (iy)