
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Presiden Konferedasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak dibarengi dengan upaya memperkecil kesenjangan pendapatan.
Menurut Said, akibatnya ada kesenjangan ekonomi sehingga menyebabkan orang yang kaya semakin kaya. Sementara, orang yang miskin tambah susah.
"Kita tidak anti orang kaya, tidak anti investasi tapi kita juga ingin kaya. Pemerintah harus hadir agar tidak terjadi gap yang curam dalam pendapatan," tegas Said dalam acara seminar nasional 'Efek Domino Serbuan Tenaga Kerja Asing' di Wisma Antara, Jakarta, Selasa (2/8/2016).
Lebih lanjut Said menuturkan, penyebab terjadinya kesenjangan ekonomi karena pemerintah tidak memberikan lapangan pekerjaan bagi rakyat Indonesia. Tetapi, malah menyediakan lapangan kerja di Indonesia untuk tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok.
"Ekonomi tumbuh itu indikatornya adalah pengurangan pengangguran, kalau ekonomi tumbuh tapi tidak berkurang pengangguran berarti ekonomi itu hanya dinikmati segelintir orang, tidak dinikmati orang-orang bawah," ungkap Said.(yn)