Bisnis
Oleh Atto Kuat pada hari Kamis, 04 Agu 2016 - 05:59:13 WIB
Bagikan Berita ini :

Hebat, Garam Impor Sudah Hadir di Cirebon

97garam.jpg
Ilustrasi Impor garam (Sumber foto : Istimewa)

CIREBON (TEROPONGSENAYAN) - Anggota Komisi V DPR RI Miryam S Haryani yang sedang melakukan kunjungan ke Pelabuhan terkejut dengan adanya garam impor dari Australia masuk di Pelabuhan Cirebon, Jawa Barat.

Anggota Komisi V DPR RI yang berasal dari Daerah Pilihan (Dapil) Cirebon dan Indramayu itu mengaku terkejut karena Pelabuhan Cirebon menerima garam impor untuk industri, disaat petani garam di Cirebon karena hasil garamnya tidak laku dijual.

"Mestinya pemerintah cukup bijak, jangan binasakan petani garam di Cirebon dengan mendatangkan garam impor melalui Pelabuhan," kata Miryam, Rabu (3/8/2016)

Miryam menuturkan Cirebon merupakan salah satu daerah terbesar penghasil garam di Jawa, sehingga tidak sepatutnya ada impor garam.

Seharusnya pemerintah memberikan subsidi kepada petani garam di Cirebon, untuk bisa membuat garam industri dan mendorong untuk bisa menunjang industri yang ada.

Bukan malah melakukan impor besar-besaran dari luar negeri. Hal ini sudah tentu sangat merugikan petani garam di Cirebon, katanya.

"Hampir seluruh wilayah Kabupaten Cirebon penghasil garam, tapi di Pelabuhannya ada garam impor dari Australia, saya kaget sekali," katanya.

Menurutnya kebijakan impor garam disaat petani garam sedang mengalami kerugian besar akibat banyak yang tidak bisa derjual, merupakan keputusan yang tidak tepat.

Dan untuk itu seharusnya pemerintah bisa memaksimalkan petani lokal yang sudah ada.

Sementara itu Kepala KSOP Cirebon Rivolindo membernarkan bahwa kapal tongkang yang bersandar di Pelabuhan Cirebon mengangkut garam impor dari Australia dan ada sekitar 30 ribu ton garam yang diangkut untuk industri Jawa Barat tersebut.

Dia menambahkan garam impor tersebut merupakan garam untuk industri bukan merupakan garam konsumsi dan pengirimannyapun tidak dilakukan secara rutin, melainkan sesuai kebutuhan saja.

"Yang mengatur itu Pelindo, jadi saya tidak faham lebih jelas, tapi tidak rutin pengirimannya, hanya kalau dibutuhkan saja," katanya.

Saat ini para petani garam di Cirebon sedang kesulitan karena hasil garamnya tidak laku dijual, bahkan sejumlah garam akhirnya rusak karena terkena hujan yang masih sering turun pada bulan ini. (icl)

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Bamsoet : Pelatihan Berkualitas Kunci Daya Saing Pekerja Migran Indonesia

Oleh Aris Eko
pada hari Selasa, 06 Jan 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)— Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Indonesia (PELBAJINDO), Bambang Soesatyo, menuturkan ...
Bisnis

Beli Gabah Petani Non Tunai, Bulog Targetkan Data Serapan Nasional Secara Langsung 2026

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)—Mulai 2026, Bulog menerapkan pembelian gabah petani secara digital atau non tunai. Selain untuk keamanan transaksi bagi para petani, pola ini ditargetkan bisa merekam ...