Berita
Oleh Ferdiansyah pada hari Senin, 19 Des 2016 - 21:06:13 WIB
Bagikan Berita ini :

Mensos Ingatkan Kembali Cara ber-Indonesia

63mensos.jpg
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (Sumber foto : ist)

PALANGKARAYA (TEROPONGSENAYAN) - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengingatkan kembali cara ber-Indonesia dalam gelaran Puncak Bulan Bhakti Kesetiakawanan Sosial di Kantor Wali Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Senin (19/12/2016).

Khofifah menegaskan, bahwa Indonesia adalah satu kesatuan dari berbagai macam suku, bahasa, budaya, dan agama yang diikat oleh Pancasila sebagai dasar negara.

"Tanpa Dayak, kita bukan Indonesia. Tanpa Bugis, Makassar, Sunda, Batak, Aceh, kita bukan Indonesia. Jadi, jangan dipisah-pisah," kata Mensos.

Ia mengatakan tantangan Indonesia saat ini adalah menjaga kemajemukan itu sebagai sebuah kekayaan budaya, sekaligus sebagai potensi efektif bagi penguatan persatuan dan kesatuan bangsa.

"Oleh karena itu, kebinekaan harus berujung pada tunggal ika yang kemudian diikat oleh Pancasila. Inilah cara ber-Indonesia," katanya.

Puncak Bulan Bhakti Sosial dalam rangka Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) dilaksanakan pada Senin (19/12/2016) di Puskesmas Flamboyan Bawah, Kampung Kareng Bankirei Kecamatan Kereng Sabangau, SDN Mendawai Bawah, dan Balai Kota Palangka Raya.

Sementara itu, peringatan puncak HKSN akan dilaksanakan di Palangkaraya pada Selasa (20/12) dan dijadwalkan dihadiri Presiden Joko Widodo. (plt/ant)

tag: #kementerian-sosial  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
DD X Teropong Senayan
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Anang Hermansyah Sebut Papa T Bob Sang Legenda Pencipta Lagu Anak

Oleh Bachtiar
pada hari Jumat, 10 Jul 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-  Kabar meninggalnya pencipta lagu anak-anak Papa T Bob meninggal dunia pada Jumat (10/7/2020) mengagetkan sejumlah kalangan tak terkecuali kalangan musisi ...
Berita

Irwan: New Normal Bentuk Kekalahan Pemerintah Lawan Covid-19

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Irwan menilai pemerintah telah salah mengambil kebijakan dalam penanganan pandemi Covid-19, yang berakibat terus ...