
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) – Indonesia dinilai berada di dalam bahaya besar di bawah tekanan kelompok Cina. Hal itu dilihat dari fenomena menguatnya kekuatan kelompok Cina di tanah air.
"Suka atau tidak, saat ini Indonesia berada di dalam tekanan Cina," ujar ujar Diko Nugraha, Panglima Forum Syuhada Indonesia di Menteng, Jakarta, Selasa (14/2/2017).
Diko membeberkan masuknya kekuatan besar Cina ke tanah air dimulai sejak saat Indonesia memiliki hutang ke Cina sejak pemerintahan SBY. Ditambah lagi dengan perjanjian kontrakproyek yang mewajibkan keterlibatan pekerja asal Cina dalam pengerjaan mega proyek di tanah air.
Di samping itu, Diko juga melontarkan kritik keras terhadap Ahok yang dinilai seringkali menomersatukan pengusaha Cina dan mengabaikan kepentingan pribumi, terutama dalam kasus penguasaan tanah, seperti kasus Reklamasi Teluk Jakarta.
"Kasus Reklamasi teluk Jakarta misalnya yang dimiliki oleh pengusaha-pengusaha Agung Sedayu Grup, Sinarmas dan para Taipan lain yang mayoritas dimiliki pengusaha etnis Cina," ujar Diko Nugraha panglima FSI.
Ia menilai kerugian yang dialami nelayan akibat reklamasi tersebut seolah diabaikan oleh Ahok dengan tetap memberi izin kepada pengusaha untuk melakukan proses pembangunan. (icl)