Berita

Hetifah Sjaifudian, Dari Keluarga Turun ke Parlemen

Oleh Sahlan Ake pada hari Rabu, 29 Mar 2017 - 10:17:13 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

9hetifah.jpeg

Anggota Komisi II DPR dari Fraksi Golkar, Hetifah Sjaifudian (Sumber foto : ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Bagi politisi Partai Golkar Hetifah Sjaifudian dukungan keluarga menjadi motivasi kuat kala berkarir di panggung politik, terutama di parlemen. Ibarat pepatah, motivasi politik Hetifah datang dari keluarga lalu turun ke parlemen.

"Dukungan keluarga sangat penting. Tanpa kerelaan keluarga sangat sulit bagi kami kaum perempuan bisa berkiprah di dunia politik," kata Hetifah saat berbincang dengan TeropongSenayan, di Jakarta, Rabu (29/3/2017).

Bagi wanita yang dikaruniai empat putri ini keluarga menjadi sumber motivasi sekaligus pemberi sugesti. Dari motivasi dan sugesti itulah, dia mendapatkan kepercayaan diri dan berani menghadapi sekaligus mengalahkan rintangan dan kesulitan. Kepercayaan diri, menurutnya, harus dimiliki oleh perempuan yang berkarir di bidang politik. Sebab salah satu masalah utama perempuan di panggung politik adalah kurangnya rasa percaya diri.

"Keluarga juga yang memfasilitasi, termasuk menyediakan materi manakala diperlukan," kata Hetifah.

Anggota parlemen yang kini berkiprah di Komisi II DPR RI ini merasa bangga dengan keluarga kecilnya. Terlebih,  di tengah kesibukanya sebagai wakil rakyat, keluarga tidak menuntutnya menjadi super woman yang mampu beperan ganda.

"Mereka maklum kalau kadang rumah berantakan, atau saya tidak bisa menyiapkan sarapan. Kepentingan keluarga harus mengalah. (Namun) kami tetap bahagia dengan mencari jalan keluar dari masalah, melalui pembagian tugas dengan suami dan anak-anak," ceritanya.

Hetifah bersuamikan Ir. Siswanda Harso Sumarto, MPM, dan dikaruniai empat puteri: Amirah Kaca, Amanda Kistilensa, Asanilta Fahda, dan Nahla Tertrimulya.

Hetifah merupakan salah satu kader terbaik Partai Golkar. Baginya, Partai Golkar adalah partai yang sejalan dengan komitmen dan karakter berpoilitiknya. Sebab, menurutnya Partai Golkar merupakan partai yang terbuka dan menghargai kompetensi.

"Saat saya memutuskan akan berpartai kebetulan terbuka kesempatan di beberapa partai politik. Namun saya harus memilih. Kenapa akhirnya memilih Partai Golkar, karena partai ini partai yang terbuka dan menghargai kompetensi. Bukan partai yang berbasis primordial atau keturunan. Golkar memberi kesempatan relatif setara pada semua kader," terang Wasekjen Partai Golkar ini.

"Saya tidak memiliki hubungan darah atau koneksi dengan elite Golkar. Tapi sejauh ini tetap diberi kepercayaan sesuai dengan kompetensi yang saya miliki," tambahnya.

Berikut biografi ringkas sosok Hetifah Sjaifudian. Dr.Ir.Hetifah Sjaifudian,MPP adalah mantan aktivis kampus dan lama bergelut dalam berbagai organisasi civil society. Dia pernah menjadi Ketua Himpunan Mahasiswa serta Ketua Ikatan Alumni Planologi ITB dan merupakan salah satu pendiri AKATIGA Pusat Analisis Sosial, Perkumpulan Inisiatif, serta B-Trust Advisory Group untuk Reformasi Kebijakan Publik dan Tata Pemerintahan.

Latar pendidikan Hetifah adalah bidang Perencanaan Kota dan Wilayah di Institut Teknologi Bandung. Kemudian, dia melanjutkan studi untuk Master in Public Policy dari National University of Singapore, dan meraih gelar PhD dari School of Politics and International Relations, Flinders University Adelaide Australia. Disertasi yang ditulisnya berjudul “New Voices of the Community? Citizen Forums in Reformasi Era Indonesia” menelaah bagaimana cara warga dan kelompok-kelompok marjinal memengaruhi kebijakan publik di daerah.

Saat ini Hetifah mendedikasikan dirinya menjadi politisi dari Partai Golkar dan pada 2009 terpilih menjadi anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Kalimantan Timur. Pada awal pengabdiannya di DPR RI (2009-2011), dia berkiprah di Komisi X bidang pendidikan, kebudayaan, kepemudaan, olah raga, dan pariwisata. Kemudian menjadi anggota Komisi V bidang infrastruktur, perhubungan, perumahan, dan pembangunan daerah tertinggal. Sekarang pada periode keduanya, Hetifah dipercaya untuk bertugas di Komisi II yang membidangi dalam negeri, sekretariat negara, dan pemilu.

Selama di DPR, Hetifah aktif mengadvokasikan pembangunan wilayah perbatasan dan daerah pedalaman. Dalam rangka percepatan pembangunan di wilayah perbatasan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Hetifah turut aktif mendorong pembentukan Provinsi Kalimantan Utara dan Kabupaten Mahakam Ulu di wilayah Kutai Barat, yang sebagian wilayahnya memang sangat sulit dijangkau dan masih tertinggal.

Hetifah adalah Pengurus DPP Partai Golkar dan Ormas MKGR, selain juga aktif sebagai salah satu Dewan Pimpinan Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) sebagai Ketua Bidang Pendidikan, IPTEK, dan Seni Budaya, serta aktif di Kaukus Perempuan Parlemen Republik Indonesia (KPPRI). Dia saat ini tengah giat mendorong partisipasi perempuan dalam politik dan peningkatan kapasitas perempuan di berbagai wilayah/daerah di Indonesia. (plt)

tag: #profil-wakil-rakyat  

Bagikan Berita ini :