
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Menjadi politisi adalah pilihan hidup. Namun melakoni sebagai pembalap rally mobil adalah hobi. Setidaknya inilah yang warna kehidupan Joko Purwanto, anggota Fraksi PPP DPR.
Hanya saja hobi yang memacu andrenalin itu ditekuni saat usianya masih muda. Saat fisiknya masih berotot dan nyalinya masih menggebu. Raungan deru mesin mobil membawanya ke lintasan rally yang amat dia gemari.
"Sejak SMA saya mempuyai hobi otomotif speed rally. Ini olahraga yang memacu adrenalin dengan risiko sangat tinggi. Mobil dipacu pada kecepatan di atas 150 km per jam," kata Joko kepada TeropongSenayan, di komplek Parlemen, Senayan, belum lama ini.
Kegilaannya menggeluti hobi olah raga keras ini oleh teman-temannya Joko sering dijuluki sebagai 'dragonman'. Maklum, kala itu setiap Joko memacu mobil membuat miris mereka karena ngebut alias berkecepatan tinggi.
Namun bagi Joko hal itu justru membuatnya andenalinya terpacu. Meski untuk itu dibutuhkan konsentrasi, ketepatan menghitung waktu dan kemampuan mengendalikan mobil dengan sangat baik.
"Sebab, salah memutuskan langkah dalam sepersekian detik bisa berakibat fatal," ujar Joko yang kini menjadi anggota Komisi VII ini. Saat masih muda semua bisa dilakukan dengan baik meski bukan berarti tak pernah salah.
Joko pernah mengalami patah tulang lengan selama menggeluti hobinya ini. Itu terjadi ketika dia mengikuti rally mobil di Perth, Australia. Peristiwa kecelakaan terjadi saat dia melakukan kesalahan teknis.
"Saat itu saya mengendarai mobil Subaru Impreza memacu kecepatan di atas 150 km per jam dengan mengitari area sebanyak delapan kali. Namun sayang ada kesalahan yang berakibat mobil saya terbalik dan saya patah tulang," katanya.
Kini Wasekjen DPP PPP kubu Romahurmuzy ini mengakui sudah gantung setir alias pensiun dari hobi balap mobil. Meski sering terlihat di arena balap, Joko tak lagi memacu mobil. Namun hanya menemani anaknya yang kini berlatih memacu mobil.(ris)