Berita
Oleh Ferdiansyah pada hari Rabu, 27 Sep 2017 - 12:07:12 WIB
Bagikan Berita ini :

Mensos Pastikan Pencairan PKH di Bali tak Terganggu

98(KabinetKerja)KhofifahII.jpg
Khofifah Indar Parawansa (Sumber foto : Dokumen TeropongSenayan)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa memastikan bahwa pencairan bantuan sosial non tunai Program Keluarga Harapan (PKH) di Bali tidak terganggu status awas Gunung Agung.

"Semua masih sesuai jadwal, Kemensos dan Himpunan bank Negara sebagai penyalur bansos PKH non tunai tetap maksimalkan keluarga penerima manfaat yang tersisa," kata Mensos dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Rabu (27/9/2017).

Aktivitas vulkanik Gunung Agung semakin meningkat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga menyebut Gunung Agung telah memasuki fase kritis dan peluang terjadinya letusan sangat besar. Hal ini ditandai dengan banyaknya gempa vulkanik yang terjadi dalam sehari.

Provinsi Bali sendiri menerima bantuan sosial dari pusat senilai Rp283,6 miliar yang diperuntukkan untuk lima jenis bantuan yaitu PKH, Beras Sejahtera, Bantuan Pangan Non Tunai, Bansos Disabilitas, dan Bansos Lansia.

Jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) PKH di Bali sebanyak 48,052. KPM terbesar ada di Kabupaten Buleleng, disusul Karangasem dan Tabanan.

"Mudah-mudahan bansos ini bisa sedikit membantu meringankan beban para pengungsi," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga memastikan bahwa logistik untuk warga di sekitar Gunung Agung, baik yang di Karangasem, Klungkung, Buleleng dan Bangli-Bali, yang sedang mengungsi hingga saat ini masih mencukupi.

Khofifah menuturkan, Kementerian Sosial akan terus berkoordinasi dengan koordinator pengungsi Pemerintah Provinsi Bali maupun Dinas Sosial masing-masing Kabupaten untuk memastikan logistik seluruh pengungsi tidak kekurangan.

Dari data Kementerian Sosial, sedikitnya dibutuhkan 23,5 ton beras per hari untuk memenuhi kebutuhan pangan seluruh pengungsi Gunung Agung.

"Intinya jangan sampai ada pengungsi yang tidak terpenuhi kebutuhan permakanan karena logistik habis. Ini harus menjadi perhatian serius karena pergerakan dan besarnya jumlah pengungsi," ujarnya. (Ant/icl)

tag: #kementerian-sosial  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Rizal Ramli Nilai MK Lebih Mendengar Suara Kekuasaan

Oleh Rihad
pada hari Minggu, 17 Jan 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Ekonom senior Rizal Ramli masih kecewa dengan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak seluruh gugatannya atas aturan ambang batas pencalonan presiden (presidential ...
Berita

Kapal China Masuk RI, Ini Alasan Bakamla

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI mengklaim berhasil menghalau Kapal Pengawas Perikanan Vietnam Kiem Ngu 215 yang memasuki wilayah perairan Indonesia di Laut Natuna, ...