Berita
Oleh Mandra Pradipta pada hari Minggu, 26 Nov 2017 - 16:22:39 WIB
Bagikan Berita ini :

Herman Khaeron: Pengembangan Geothermal Tergantung Keseriusan Pemerintah

46herman-khaeron.jpg
Herman Khaeron (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Wakil Ketua Komisi VII DPR Herman Khaeron mengatakan, geografi Indonesia dengan New Zealand tidak jauh berbeda karena sama-sama dilintasi ring of fire. Untuk itu, menurutnya, dengan lokasi tersebut, Indonesia dapat dimanfaatkan sebagai energi primer yang bisa berkontribusi terhadap ketersediaan energi listrik.

"Kita punya obsesi ke depan untuk elektrifikasi kendaraan dan lain sebagainya. Sehingga akan menjadi energi masa depan yang ramah lingkungan. Sebab, turunan energi ini banyak sekali, selain sebagai sumber energi dapat mendukung pengembangan sektor pariwisata dan bisnis lainnya." kata Herman dalam keterangan tertulisnya, Minggu (26/11/2017).

Herman menjelaskan, Indonesia sebagai negara kepulauan yang dilintasi ring of fire dapat dipergunakan sebagai sumber energi listrik, karena pulau-pulau kecil dapat diakomodasi dengan daya yang tidak cukup tinggi.

"Misalkan antara 10, 20 atau sampai 100 megawatt, ini bisa ditempatkan dalam satuan pulau-pulau tertentu dengan basis terhadap geothermal," terang dia.

Terlebih, lanjutnya, geothermal memiliki potensi 29.000 MW, baru terpasang sekitar 1.600 MW. PLN sebagai institusi yang ditugaskan negara mengelola sektor hilir di pelistrikan Indonesia diharapkan mamprioritaskan membeli sumber energi geothermal.

"Saya kira, ini harus menjadi pembicaraan lintas sektoral dan stakeholders di Indonesia. Jangan melihat pada situasi existing karena kalau melihat teknologinya memang cukup tinggi, cost-nya juga cukup mahal, tetapi bagaimana sekarang goodwill(keseriusan) dari pemerintah," ungkapnya.

Herman menyatakan, pihaknya akan mendorong Undang-Undang Energi Terbarukan segera dibahas dan menjadi prioritas dalam Prolegnas. Kemampuan renewnable (energi terbarukan) terhadap pengembangan energi listrik ke depan harus mendapat perhatian khusus unuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Saya yakin bahwa ini akan menjadi alternatif utama di masa yang akan datang. Dan hal utama adalah bagaimana memberikan payung hukum. Selain Undang-Undang Panas Bumi sudah ada, tentu juga harus ada yang menaungi seutuhnya hingga berbagai kebijakan untuk menuju kepada energi baru terbarukan," harapnya.

Dalam workshop tersebut, selain membahas faktor teknis khusus biotermal yang setiap tahun diselenggarakan di New Zealand, Herman juga berkunjung ke GNS (Geological and Nuclear Science) untuk mempelajari berbagai potensi dan kondisi sebuah negara (Rest of War) yang bisa digali menjadi potensi industri listrik.

"Kita bertemu dengan konsultan milik pemerintah, mereka bekerja berdasarkan profesional dan kemampuan yang berpengalaman cukup lama. Menurut saya, elektrifikasi kendaraan dan energi listrik harus diperbesar. Apalagi terkait rasa keadilan seluruh masyarakat Indonesia agar memenuhi kebutuhan listriknya," tutup Herman.(yn)

tag: #hermankhaeron  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DOMPET DHUAFA KURBAN 2026
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Puan Sebut DPR Kawal Pelaksanaan Haji 2026 Hingga Penanganan Kasus Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi

Oleh Sahlan Ake
pada hari Selasa, 21 Apr 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Ketua DPR RI Puan Maharani mengungkap sejumlah isu yang tengah menjadi perhatian DPR. Mulai dari pelaksanaan Ibadah Haji 2026 hingga penanganan kasus kekerasan seksual di ...
Berita

Di Penutupan Sidang DPR, Puan Sampaikan Dukacita Atas Gugurnya Anggota Pasukan Perdamaian RI di Lebanon

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Ketua DPR RI Puan Maharani kembali menyampaikan dukacita atas gugurnya 3 prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan perdamaian PBB di Lebanon. Puan juga mengingatkan ...