Berita
Oleh Syamsul Bachtiar pada hari Kamis, 15 Feb 2018 - 11:15:58 WIB
Bagikan Berita ini :

DPR Heran Beras Impor Diturunkan di Daerah Surplus

3AbdulWachid.jpg
Anggota Komisi VI DPR RI, Abdul Wachid (Sumber foto : ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Anggota Komisi VI DPR RI, Abdul Wachid mengaku heran dengan kedatangan beras impor di sejumlah pelabuhan. Pasalnya, pelabuhan-pelabuhan yang akan kedatangan beras impor masuk ke dalam wilayah yang sedang surplus beras.

"Distribusi beras impor ke luar Jawa yang tidak sentra padi, tetap tidak bisa diterima. Sebab, kondisi sekarang telah mulai panen raya, khususnya Jawa. Surplus beras di Jawa akan mengalir ke luar Jawa, ini yang aku katakan tetap tidak bisa," tandas Politikus Gerindra itu kepada wartawan di Jakarta, Kamis (15/02/2018).

Yang jelas, kata dia, kebijakan ini akan berdampak negatif ke depannya terhadap keberlangsungan nasib para petani.

"Kebijakan Pemerintah Jokowi ini jelas membunuh petani padi dalam negeri. Petani padi akan bersikap apriori terhadap Presiden Jokowi," tandas Wachid.

Efek samping lainnya, sambung dia, beras yang dihasilkan para petani hasil panennya akan jatuh harganya saat pasar dibanjiri beras impor.

"Beras Impor kalau sampai dijual ke pasar sekarang bisa mengancam beras Petani dalam negeri. Rupanya Pemerintah tidak mau mendengar masukan dari beberapa pihak," pungkasnya.

Sebelum diberitakan, Sekretaris Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Siti Kuwati mengungkapkan, beras impor akan didatangkan secara bertahap dan di beberapa pelabuhan.

"Tahap pertama, 41ribu ton via Tanjung Priok, 10 ribu ton via Tenau NTT, 6 ribu ton via Merak. Dari total jumlah impor beras sebanyak 281ribub ton," terang Siti saat dihubungi di Jakarta, Rabu (14/02/2018).

Adapun, lanjut dia, untuk beras impor selanjutnya akan didatangkan secara bertahap disejumlah pelabuhan lainnya.

"Bertahap sampai akhir Februari. Panjang Lampung, Tanjung Perak, Teluk Bayur, Belawan, Tanjungwangi, Benoa Bali," ungkapnya.(plt)

tag: #impor-beras  #komisi-vi-dpr  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Anies Tak Ingin Ada Gelombang Kedua Covid-19 di DKI

Oleh Rihad
pada hari Monday, 25 Mei 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan arus warga  ke luar-masuk wilayah Provinsi DKI Jakarta di masa perpanjangan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) akan ...
Berita

Tradisi Balon Udara Berbahaya Bagi Penerbangan, Pelanggarnya Bisa Didenda Rp 500 Juta

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Tradisi menerbangkan balon udara sangat berbahaya. Jika sampai terbang tak terkendali, balon udara bisa membahayakan penerbangan. Bayangkan, sebuah balon udara berukuran ...