Berita

Nasir Djamil Apresiasi Pertemuan Jokowi dengan Nyak Sandang

Oleh Mandra Pradipta pada hari Minggu, 25 Mar 2018 - 14:53:13 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

55Jokowinasir.jpg

Nyak Sandang saat diterima Presiden Jokowi di Istana, Kamis kemarin. (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota DPR RI asal Aceh, M Nasir Djamil mengapresiasi sekaligus berterima kasih kepada Presiden Joko Widodo (Jomkowi) yang telah menerima langsung Nyak Sandang, warga Lamno Aceh Jaya, di Istana Presiden, Kamis (22/3/2018) kemarin. 

Untuk diketahui, Nyak Sandang merupakan pemilik obligasi atau surat utang senilai Rp 100 untuk pembelian pesawat RI 001 Seulawah yang merupakan cikal bakal hadirnya pesawat Garuda Indonesia.

Obligasi itu dikeluarkan oleh Pemerintah Indonesia semasa Orde Lama pada tahun 1950.

"Apa yang dilakukan oleh Pak Jokowi adalah respon cepat untuk mengetahui secara langsung tentang Nyak Sandang. Saya ucapkan apresiasi dan terima kasih kepada Pak Jokowi," kata Nasir Djamil saat dihubungi di Jakarta, Minggu (25/3/2018).

Nasir menilai, diterimanya Nyak Sandang tersebut adalah babak baru untuk mengembalikan dan mengingatkan bahwa Aceh pernah menjadi daerah modal untuk republik ini.

Karenanya, lanjut dia, pemerintah Aceh diminta untuk membentuk tim kerja guna mencari dan mendapatkan warga Aceh yang barangkali masih memiliki dan menyimpan obligasi seperti milik Nyak Sandang tersebut.

"Kehadiran Nyak Sandang di Istana Jokowi harus dijadikan momentum untuk menelusuri siapa saja warga Aceh yang saat ini masih punya obligasi pembelian pesawat RI 001 Seulawah," tuturnya.

Bagi Nasir, Nyak Sandang adalah sosok warga yang peduli dengan sejarah dan dia telah membuktikannya dengan cara menyimpan obligasi itu.

"Saat saya menjenguk beliau di Lamno, Minggu (18/3/2018) lalu, saya melihat langsung obligasi itu. Nyak Sandang menyimpannya karena pesan orangtuanya bahwa obligasi itu suatu saat akan berguna," ucapnya.

Kepada pemerintah Aceh, politisi PKS ini juga mengharapkan agar segera melakukan pendampingan kepada Nyak Sandang agar janji Jokowi bisa direalisasikan.

“Ini adalah momentum Nyak Sandang untuk menjadi pelajaran bagi Direktur Utama Garuda agar sejarah tentang RI 001 Seulawah bisa muncul kembali di Majalah Garuda Indonesia. Karena, saat ini sejarah tentang RI 001 Seulawah raib dari Majalah Garuda," tandasnya. (Alf)

tag: #garuda-indonesia  #jokowi  #nasirdjamil  

Bagikan Berita ini :