Berita
Oleh Ferdiansyah pada hari Selasa, 15 Mei 2018 - 20:35:02 WIB
Bagikan Berita ini :

Dishub Paksa Turun Wanita Bercadar dari Dalam Bus

94wanita-cadar.jpg.jpg
Ilustrasi (Sumber foto : Istimewa)

TULUNGAGUNG (TEROPONGSENAYAN)--Seorang petugas dinas perhubungan terpaksa menurunkan wanita muda bercadar dari atas bus umum di Terminal Gayatri, Tulungagung, Jawa Timur karena dianggap gerak-geriknya mencurigakan.

Menurut Kepala Terminal Gayatri Oni Suryanto, kejadian itu dilakukan lantaran si perempuan yang berusia sekitar 14 tahun itu tak kunjung mau menjawab saat ditanya petugas.

"Kejadiannya (Senin, 14/5) kemarin. Datang sekitar pukul 06.00 WIB dan naik ke bus jurusan Trenggalek sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu dia terlihat kebingungan, tapi saat ditanya tidak mau menjawab," katanya, Selasa (15/5/2018).

"Kecurigaan petugas semakin menjadi lantaran perempuan belia yang belakangan diketahui berinisial SAN itu tidak pakai alas kaki sejak masuk terminal hingga naik bus jurusan Ponorogo," kata Oni.

Namun setelah diinterogasi, gadis SAN mengaku sebagai santri Pondok Pesantren Darussalam, Kelurahan Kampungdalem, Tulungagung.

Kepada petugas, SAN mengaku ingin pulang ke Ponorogo namun tak ingin usaha pulang kampung tanpa izin itu ketahuan pengurus pondok.

"Jadi bukan karena penumpang yang takut dan tak mau wanita itu naik di bus. Tetapi karena mencurigakan, akhirnya diminta turun dulu oleh petugas," kata Oni.

Akhirnya, tim berkoordinasi dengan kepolisian.

Tak berselang lama, polisi dari Polres Tulungagung datang dan membawa wanita tersebut.

"Kami serahkan ke polisi untuk tindakan lebih lanjut. Sebab mereka yang lebih memiliki kewenangan," ujar Oni.

Dikonfirmasi terpisah, Kabag Humas Polres Tulungagung Iptu Sumaji mengatakan informasi penurunan penumpang dari atas bus Bagong jurusan Trenggalek benar namun telah dipelintir sehingga menjadi hoax.

"Berita yang beredar menjadi seolah ada diskriminasi perlakuan terhadap wanita bercadar di terminal. Padahal tidak begitu," katanya.

Menurut Sumaji, penurunan penumpang SAN lebih dilakukan lantaran santri yang masih duduk di bangku kelas 8 SMP ini membuat penumpang lain was-was.

Gerak-gerik yang misterius membuat SAN yang bercadar dan membawa sebuah tas dilaporkan penumpang lain kepada petugas dishub di unit Terminal Gayatri, Tulungagung.

"Keterangan yang bersangkutan juga informasi dari pihak pondok, santri berinisial SAN ini sudah keempat kalinya ini mencoba kabur dari pondok. Tiga kali kepergok pengasuh pondok, ini yang terakhir dia berinisiatif pakai cadar supaya tidak mudah dikenali," katanya.(yn/ant)

tag: #bom-surabaya  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Berita Lainnya
Berita

Ridwan Tidak Buru-buru Buka Sekolah dan Pesantren, Mungkin Januari 2020

Oleh Rihad
pada hari Selasa, 02 Jun 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil tidak buru-buru membuka sekolah dan pesantren di 15 wilayah zona biru. Berdasarkan wacana yang mengemuka, sekolah baru akan dibuka pada ...
Berita

Tak Edarkan Narkoba, Dwi Sasono Minta Rehabilitasi

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Tidak ada indikasi aktor Dwi Sasono alias DS terlibat dalam jaringan pengedar narkoba. Demikian hasil penyidikan  Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan. ...