Berita
Oleh M Anwar pada hari Jumat, 08 Jun 2018 - 13:56:27 WIB
Bagikan Berita ini :

Bamsoet Ditanya Soal Ini oleh Penyidik KPK

92bambang_soesatyo_atau_bamsoet.jpg.jpg
Bambang Soesatyo (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengaku dirinya dimintai keterangan soal transfer dana Rp 50 juta ke DPD Golkar Jawa Tengah yang diduga soal dana KTP-Elektronik.

"Intinya adalah diminta klarifikasi adanya transfer dana Rp 50 juta ke Jawa Tengah. Saya sampaikan bahwa saya selaku anggota DPR, itu tahun 2012, saya sampaikan tidak mengetahui sama sekali soal transfer Rp50 juta itu dari mana, dari siapa, motifnya apa," katanya usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi di gedung KPK Jakarta, Jumat (8/6/2018).

"Karena tahun 2012 itu saya di Komisi III dan tidak mengetahui sama sekali urusan Komisi II. Jadi pertanyaan selesai di situ," tambah dia.

Bamsoet berinisiatif menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk keponakan Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, serta pengusaha Made Oka Masagung dalam penyidikan kasus korupsi KTP-elektronik (KTP-e).

Ia mengaku hanya kenal dengan Irvanto, mantan Direktur PT Murakabi Sejahtera, salah satu peserta tender KTP-e, namun tidak kenal dengan Made Oka Masagung, rekan Setya Novanto yang memiliki OEM Investment Pte.LTd dan Delta Energy Pte.Lte di Singapura.

"Saya tidak kenal sama sekali dengan Made Oka. Saya hanya tahu Irvanto karena itu keponakan Pak Nov dan dia pengurus Partai Golkar. Hanya itu saja. Pertanyaan selesai," jelas Bamsoet.

Ia juga mengemukakan bahwa penyidik menunjukkan kepadanya bukti transfer ke DPD Golkar Jateng dan ia sama sekali tidak tahu.

"Uang Rp 50 juta ditransfer Mei 2012 lalu dikembalikan Desember 2017, dan saya tidak tahu sama sekali karena sebagai anggota DPR dari Jateng, saya tidak pernah memberi bantuan dalam bentuk transfer. Saya selalu dateng dan langsung memberikan bantuan, rata-rata anggota DPR begitu, kalau ada kegiatan datang dan memberikan bantuan," ia menjelaskan.

Irvanto telah ditetapkan sebagai tersangka bersama Made Oka Masagung pada 28 Februari 2018.

Irvanto diduga menerima total 3,4 juta dolar AS selama periode 19 Januari-19 Februari 2012 yang diperuntukkan kepada Novanto. Sementara Made Oka melalui kedua perusahaannya diduga menerima total 3,8 juta dolar AS yang diperuntukkan bagi Setnov, 1,8 juta dolar AS melalui perusahaan OEM Investment Pte.Ltd dari Biomorf Mauritius dan dua juta dolar AS melalui rekening PT Delta Energy.(yn/ant)

tag: #bamsoet  #bambang-soesatyo  #korupsi-ektp  #kpk  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Advertisement
Top Up Jackcard Kamu Dengan JakOne Mobile
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Politisi PDIP Ini Sebut KAMI Sebagai Kelompok Aki Aki Merana

Oleh Givary Apriman
pada hari Kamis, 01 Okt 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Politisi PDIP Dewi Tanjung turut mengomentari kegaduhan acara Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Surabaya pada Senin, 28 September 2020. Tepatnya pada senin ...
Berita

Hari Kesaktian Pancasila, PKS : Kita Harus Berani Nyatakan Pancasila Yes, Komunisme No!

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Peringati Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada hari ini, Kamis 1 Oktober 2020, masyarakat diharapkan dapat lebih menghayati hikmah dan nilai-nilai luhur di balik ...