Berita
Oleh Amelinda Zaneta pada hari Sabtu, 09 Jun 2018 - 13:58:03 WIB
Bagikan Berita ini :

Effendi Gazali Sebut Presidential Threshold 20 Persen Radikal

1effendighazali.jpg
Pengamat Politik Effendi Gazali (Sumber foto : amelinda zaneta-teropongsenayan)


JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Pengamat Politik Effendi Gazali menyebut ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) 20 persen sebagai ketentuan radikal.

Menurut dia, presidential threshold adalah kententuan radikal karena dapat merujuk kepada calon tunggal Pilpres 2019.

“Itu membuat pemilu serentak dengan presidential threshold ujungnya (akan) ada calon tunggal. Menurut saya radikal, radikal betul itu,” ujarnya di Resto Gado Gado Boplo, Menteng Jakarta Pusat, Sabtu (9/6/2018).

Lebih jauh Pengajar FISIP UI ini mengatakan, pendiri negara ini tidak berpikir untuk membatasi siapa saja yang akan jadi pemimpin negara.

“Pendiri negara kita nggak pernah berpikir membatasi orang supaya jangan ikut dalam pemilu,” jelasnya.

Di sisi lain dia juga menyatakan, presidential threshold 20% juga dapat memunculkan perasaan diskriminatif.

“Kalau nanti di ujungnya ada calon tunggal, (maka) orang akan merasa terpinggirkan partisipasi politiknya,” imbuhnya.

Menurut Effendi, ketentuan itu semakin menguatkan pikiran bahwa rakyat bias tidak bisa masuk dan memainkan peranan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Sekali lagi, pemilu serentak yang ada presidential threshold menurut saya, itu cara yang sangat radikal,” tegasnya. (plt)

tag: #pilpres-2019  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Pulihkan Pembelajaran Pascagempa Manggarai, Telkom Hadirkan Fasilitas Belajar dan Konektivitas Digital

Oleh Sahlan Ake
pada hari Rabu, 07 Okt 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemulihan masyarakat pascabencana, termasuk melalui penguatan sektor pendidikan di ...
Berita

‎Polemik Mahasiswa Yahukimo, Wagub Turun Tangan Langsung

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Kerap menjadi viral adanya ratusan mahasiswa asal Kabupaten Yahukimo di Manokwari, Papua Barat, terpaksa mengungsi ke Gereja Gidi Misia Manokwari karena dikeluarkan oleh ...