Berita

Minta Wiranto Direshuffle, Pemuda Hanura: Djafar Seperti Kacang Lupa Kulit

Oleh Syamsul Bachtiar pada hari Minggu, 08 Jul 2018 - 17:04:24 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

22629378_620.jpg

Wiranto, Jokowi dan OSO di rapimnas Hanura 3 Agustus 2017 lalu. (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Ketua Umum Pemuda Partai Hanura, Wisnu Dewanto menyayangkan pernyataan Djafar Badjeber yang meminta Presiden Jokowi mengevaluasi Wiranto dari posisinya sebagai Menteri koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan.

Menurutnya, Wiranto merupakan pendiri Partai Hanura dan merupakan Ketua Umum Partai Hanura pertama.

"Sangat ironis, ketika seorang Menkopolhukam menjalankan putusan  PTUN malah justru diminta untuk dipecat. Ini kebalik-balik," kata Wisnu di Jakarta, Sabtu (7/7/2018).

"(Dia) minta Pak Wiranto untuk dipecat atau mendirikan partai baru. Pak Wiranto ini pendiri utama Hanura," tegas dia.

Karenanya, Wisnu pun mengibaratkan Djafar Badjeber seperti kacang yang lupa kulit. Sebab atas jasa dan perjuangan serta jaringan Wiranto, Djafar Badjeber bisa menduduki kursi Komisaris di salah satu PTPN II (Perkebunan Nusantara II).

"Pada saat beliau menjadi Ketua Umum, Pak Djafar Badjeber didukung dan disokong bersama-sama, dikawal Pak Wiranto untuk menduduki posisi Komisaris BUMN PTPN II. Perlakuan ini (meminta Wiranto agar dipecat dari Hanura dan menyuruh mendirikan partai baru) sangat tidak tepat untuk mengenang jasa beliau," kata dia.

Sebelumnya, Djafar yang merupakan loyalis Oesman Sapta Odang (OSO) itu meminta Jokowi untuk mengevaluasi posisi Wiranto sebagai Menko Polhukam.

"Saya harap kepada Pak Jokowi selaku Presiden mengevaluasi keberadaan kepemimpinan semacam ini," kata Djafar di Kantor DPP Hanura, City Tower, Thamrin,Jakarta, Jumat (6/7/2018).

Sebab, menuruy Djafar, Wiranto telah mengacak-acak partai Hanura dengan keputusannya. 

Hal ini menyusul surat instruksi dari Wiranto agar DPP Partai Hanura kembali ke kepengurusan awal sesuai Keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor M.HH-22.AH.11.01, dengan Ketua Umum Oesman Sapta Odang dan Sekjen Sarifuddin Sudding.

Buntut dari keputusan Wiranto itu, KPU mengubah data sipol milik Partai Hanura. 

"Saya pikir kalau kaya begini loh masa partainya sendiri mau dimasukin ke jurang. Kalau masih menjadi ketua umum partai dirikan lagi partai. Jangan Hanura di obok-obok," tegasnya. (Alf)

tag: #jokowi  #partai-hanura  #wiranto  

Bagikan Berita ini :