Fahri Hamzah: Dibawah Kepemimpinan Sohibul PKS Berada Dititik Terendah
Oleh Syamsul Bachtiar pada hari Rabu, 11 Jul 2018 - 17:38:12 WIB

Bagikan Berita ini :

6fahri-hamzah-sohibul-iman_20180308_181253.jpg.jpg
Sumber foto : Ist
Sohibul Vs Fahri

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Politisi PKS Fahri Hamzah kembali 'menyerang' kepemimpinan Muhammad Sohibul Iman sebagai presiden DPP PKS.

Menurut Fahri, di era kepemimpinan Sohibul, PKS sedang dalam titik terendah akibat salah arah. 

Kalau kondisi ini terus dibiarkan, dia memprediksi PKS akan bubar di Pemilu 2019 mendatang.

“Saya sebelumnya sudah menyampaikan adanya ketidakberesan Presiden PKS itu, yang sengaja menciptakan konflik di internal PKS,” ucap Fahri Hamzah, Rabu (11/7/2018).

Menurut mantan Ketua Umum KAMMI ini, cara memimpin PKS ala Sohibul tidak menunjukkan karakter Islam sebagaimana ruh perjuangan PKS. 

“Jadi, pimpinan PKS ini sudah salah arah, karena PKS secara kasat mata dihancurkan dari dalam,” ungkap Fahri.

Karena itu, Fahri mengajak kader PKS untuk bangkit bersama menyelamatkan partai yang tengah mengalami perpecahan. 

Fahri mengaku tidak bisa diam dengan perkembangan PKS saat ini. "Jadi, harus ada yang bertanggungjawab. Kita bisa pakai tagar #SelamatkanPKS atau #SavePKS, atau apapun. Sampai Selasa (kemarin) malam, perpecahan makin serius,” ujarnya.

Selain itu, kata Fahri, banyak keputusan Sohibul Iman yang justru merugikan PKS. Seperti surat edaran DPP PKS yang membuat aturan baru yang bersifat mengikat bagi kader PKS yang ingin maju sebagai calon anggota DPR Tingkat Pusat/Provinsi/Kabupaten/Kota.

Aturan tersebut tertuang dalam surat edaran bernomor: 02/D/EDR/DPP-PKS/2018 yang ditandatangani oleh Presiden PKS Muhammad Sohibul Iman.

Dalam aturan itu, ada tiga poin penting dimana BCAD (bakal calon anggota dewan) telah ditandatangani terlebih dahulu sebelum disampaikan pada setiap level struktur. 

Kedua, diwajibkan kepada para BCAD PKS untuk mengisi, kemudian menandatangan surat pernyataan yang isinya, bersedia mengundurkan diri, dan ketiga, mewajibkan para BCAD PKS mengisi dan menandatangani surat pengunduran diri dan mengosongkan kolom tanggal.

Terakhir, pernyataan Sohibul yang mendukung Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan sebagai Capres 2019. 

Padahal, kata Fahri, sebelumnya DPP KPS telah menetapkan 9 nama kadernya yang akan maju sebagai Capres dan Cawapres. 

“Dalam 9 nama itu tak ada namanya Anies Baswedan. Itu bagaimana?” pungkasnya kecewa. (Alf)

tag: #pks  #fahri-hamzah  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING
Pembaca Teropong Senayan, Yth Perhelatan Pilkada Serentak 2018 sudah usai. Hasil hitung cepat (quick count) lembaga survei telah terpublikasi secara masif. Dari publikasi ini, para pemilih pun mengerti menang atau kalahkah kandidat yang mereka pilih. Pada saat bersamaan, para kandidat capres/cawapres dan partai pendukung ditengarai juga mulai mengatur strategi menyikapi hasil pilkada. Tentu, strategi ini hendak menempatkan hasil pilkada sebagai acuan meraih kemenangan pada Pilpres 2019. Menurut Anda, siapa capres yang diuntungkan oleh hasil Pilkada 2018 :
  • Joko Widodo
  • Prabowo Subianto
  • Calon Alternatif Poros Ketiga
LIHAT HASIL POLING