Keponakan Setnov Beberkan Anggota DPR Penikmat Duit KTP-el
Oleh Ferdiansyah pada hari Selasa, 18 Sep 2018 - 20:10:47 WIB

Bagikan Berita ini :

1Irvanto-Hendra-Pambudi-Cahyo.jpg.jpg
Sumber foto : Istimewa
Irvanto Hendra Pambudi Cahyo

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Mantan Direktur Operasional PT Murakabi Sejahtera Irvanto Hendra Pambudi Cahyo membeberkan pemberian uang kepada sejumlah anggota DPR terkait dengan proyek pengadan kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el).

"Saya mau memperbaiki beberapa hal yang Saudara Setya Novanto sebutkan tadi di persidangan, ini sesuai konfrontir saya dan Pak Novanto di hadapan penyidik," kata Irvanto dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Selasa (18/9/2018).
   
Terdakwa dalam perkara ini adalah Irvanto Hendra Pambudi Cahyo yang juga keponakan Setnov serta pemilik OEM Investment Pte Ltd Made Oka Masagung.

Keduanya didakwa menjadi perantara pemberian uang 7,3 juta dolar AS kepada Setnov dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi KTP-elektronik.
   
Pemberian pertama untuk poltikus Partai Golkar Melchias Markus Mekeng sebesar 1 juta dolar Singapura yang diberikan di ruangan Setnov di lantai 12 gedung DPR. Pemberian kedua kepada politikus Partai Golkar yang juga mantan Ketua Komisi II DPR Chairuman Harahap sebesar 1,5 juta dolar AS.
   
"Untuk Pak Chairuman pertama saya titip ke anaknya 500 ribu dolar AS dan kedua 1 juta dolar AS langsung ketemu sendiri di Hotel Mulia bersama Pak Oka," ungkap Irvanto.
   
Pemberian ketiga kepada politikus Partai Golkar Ade Komarudin sebesar 700 ribu AS. "Untuk Pak Ade Komarudin diantar ke ruangan sebelah Pak Nov bersama Pak Nov sebagai sekretaris fraksi," kata Irvanto.

Pemberian keempat kepada politikus Partai Golkar Agun Gunanjar sebesar 1,5 juta AS. "Untuk Agun Gunanjar 500 ribu dolar diserahkan di Senayan City dan 1 juta dolar AS diantarkan ke rumahnya di Kalibata Komplek DPR," kata Irvanto.
   
Pemberian kelima kepada politikus Partai Demokrat Jafar Hafsah sebesar 100 ribu dolar AS. "Pak Nov mengantar saya ke ruangan Pak Jafar Hafsah," tambah Irvanto.
   
Pemberian keenam kepada politikus Partai Demokrat Nurhayati Asegaf sebesar 100 ribu dolar AS. "Saya juga diantarkan ke ruangan Nurhayati Asegar, totalnya gabungan dolar AS dan Singapura sekitar 4,3 juta AS," ungkap Irvanto.(yn/ant)

tag: #korupsi-ektp  #ektp  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca teropongsenayan.com yth.

Polemik Ratna Sarumpaet, dalam waktu sekejap, membuka mata-telinga dan mengejutkan banyak kalangan. Termasuk mata dan telinga para politisi.

Setelah polisi membuktikan kebohongan Ratna, dan yang bersangkutan juga mengaku berbohong, polemik pun semakin kencang. Di sisi lain, beberapa kalangan menengarai polemik kebohongan Ratna berimplikasi terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2019. Yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Anda, seperti apa dampak dari implikasi tersebut:

  • 1. Berpengaruh positif terhadap Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2. Berpengaruh positif terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
  • 3. Tidak berpengaruh terhadap masing-masing paslon
LIHAT HASIL POLING
TSTRENDING