KPU Melarang, Mendagri Justru Tak Persoalkan Kampanye di Pesantren
Oleh Amelinda Zaneta pada hari Rabu, 10 Okt 2018 - 14:39:54 WIB

Bagikan Berita ini :

24TjahjoKumolo.jpg.jpg
Sumber foto : Dok/TeropongSenayan
Tjahjo Kumolo

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo tidak mempermasalahkan para paslon mengunjungi pesantren untuk berkampanye.

"Sekolah-sekolah tidak ada masalah, kan pondok pesantren punya hak pilih. Saya kira sosialisasi Pemilu kampanye ini perlu harus didatangi. Tidak ada masalah menurut saya,” ujar Tjahjo di Kompleks Parlemen, Gedung Nusantara III DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (10/10/2018).

Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebelumnya melarang para calon untuk berkampanye di institusi pendidikan, termasuk pesantren.

Tjahjo hanya meminta para paslon tunduk pada peraturan KPU terkait tata cara kampanye.

“Yang bertanggung jawab untuk suksesnya Pileg dan Pilpres terkait pejabaran UU PKPU adalah KPU, pemerintah juga tidak bisa intervensi semua harus tunduk dan taat pada aturan yang ada di KPU," pinta Tjahjo.

Larangan berkampanye di institusi pendidikan, termasuk pesantren diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu (UU Pemilu), Pasal 28O ayat1 menyebutkan bahwa pelaksana, peserta, dan tim kampanye pemilu dilarang: (h). menggunakan fasilitas pemerintah, tempat ibadah, dan tempat pendidikan.(yn)

tag: #kpu  #tjahjokumolo  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca teropongsenayan.com yth.

Polemik Ratna Sarumpaet, dalam waktu sekejap, membuka mata-telinga dan mengejutkan banyak kalangan. Termasuk mata dan telinga para politisi.

Setelah polisi membuktikan kebohongan Ratna, dan yang bersangkutan juga mengaku berbohong, polemik pun semakin kencang. Di sisi lain, beberapa kalangan menengarai polemik kebohongan Ratna berimplikasi terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2019. Yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Anda, seperti apa dampak dari implikasi tersebut:

  • 1. Berpengaruh positif terhadap Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2. Berpengaruh positif terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
  • 3. Tidak berpengaruh terhadap masing-masing paslon
LIHAT HASIL POLING