Berita

Kubu Prabowo: Sebaiknya Inas Urus Partainya yang Terancam Tak Lolos ke Senayan

Oleh Sahlan Ake pada hari Rabu, 07 Nov 2018 - 16:41:13 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

43INAS-NASRULLAH-3.jpeg.jpeg

Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Timses Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade meminta Ketua DPP Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir tak terlalu ikut campur terkait polemik pidato Prabowo di Boyolali. 

Dia meminta Inas sebaiknya fokus mengurus partainya yang terancam tak lolos ke DPR Senayan pada Pemilu 2019.

"Daripada grusa-grusu mengurusi Pak Prabowo, udah urus saja partainya yang nol koma. Nanti sibuk mengurus Pak Prabowo, malah Mas Inas enggak lolos ke parlemen sama partainya," kata Andre saat dihubungi, Rabu (7/11/2018).

Andre menilai, permintaan maaf mantan Danjen Kopassus itu sebagai sikap kesatria, walapun Prabowo sudah mengklarifikasi bahwa tidak ada maksud dirinya menghina masyarakat Boyolali.

"Karena ada yang merasa tersinggung, secara kesatria, gentlement, Pak Prabowo meminta maaf kepada masyarakat Boyolali. Meskipun, beliau mengetahui bahwa memang video beliau itu dipotong dan beliau tahu bahwa ada mobilisasi (demo) dari kader PDI-P," katanya.

Politisi Gerindra ini kemudian memandang, bahwa apa yang terjadi saat ini berbahaya bagi demokrasi Indonesia. Andre menyebut ada upaya permainan politik rasial dan kebencian.

"Bagi kami, ada upaya dari pihak lawan atau sekelompok orang untuk terus menyeret politik rasial dan kebencian dengan melakukan tafsir terhadap pernyataan Pak Prabowo. Gorengan ini jelas merupakan perilaku politik yang kotor dan berbahaya untuk persatuan dan keberagaman kita," ucapnya.

Diketahui, sebelumnya, Ketua DPP Hanura, Inas Nasrullah Zubir menilai permintaan maaf Prabowo Subianto ke warga Boyolali atas ucapan "tampang Boyolali" tidak tulus.

"Minta maafnya Prabowo bukanlah minta maaf yang meluncur dari nuraninya, melainkan minta maaf politis, karena permintaan maaf tersebut dilakukan setelah mengkalkulasi dulu untung ruginya," kata Inas saat dihubungi, Rabu (7/11/2018).

Lagi pula, kata Inas, bukan kali ini saja Prabowo mengeluarkan pernyataan yang bernada cacian dan pelecehan.

Dia mencontohkan di antaranya, pernyataan “kalau hakim agung-hakim Mahkamah Konstitusi bisa disogok, apalagi wartawan. Sama saja” pada 2013 lalu dan pernyataan "wartawan gaji kecil enggak pernah main ke mall" pada tahun lalu. (Alf)

tag: #partai-gerindra  #partai-hanura  

Bagikan Berita ini :