Berita

Sandi: Saya Akan Jadi Pembeli Pertama Jika Esemka Keluar

Oleh Mandra Pradipta pada hari Kamis, 08 Nov 2018 - 08:53:14 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

3Sandi-Biru.jpg

Sandiaga Uno (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno meminta para pendukungnya untuk menahan diri selama kampanye.

Termasuk bersuka cita sebelum hari pencoblosan Pilpres 2019 mendatang.

Hal tersebut disampaikan Sandiaga saat tiba dalam acara diskusi Rabu Biru yang diselenggarakan di Prabowo-Sandi Media Center, Jalan Sriwijaya Nomor 35, Jakarta, Rabu (7/11/2018).

Saat itu, Sandi yang baru datang ke acara langsung disambut tepuk tangan para peserta diskusi. Mereka juga ada yang sempat berdiri menyambut kedatangan Sandi.

"Selamat datang kepada Wapres kita Bapak Sandiaga Uno. Tepuk tangan untuk beliau," ujar
moderator acara, Vasco Rusemy.

Menanggapi sambutan tersebut, Sandi yang datang mengenakan kaos biru langsung meminta para hadirin yang sempat berdiri tadi untuk duduk kembali.

"Tidak usah tepuk tangan. Kita tepuk tangannya nanti tanggal 17 April," kata Sandi yang juga langsung disambut riuh senang peserta yang datang.

Pada acara yang diselenggarakan setiap hari Rabu tersebut, Sandi juga tercatat sebagai salah satu pembicara. Temanya kali ini mengenai impor versus daya beli.

Selain Sandi, ada juga Alex Yahya Datuk selaku tim ekonomi Sandinomics dan juga Handi Risza yang merupakan tim ahli ekonomi PKS.

Dalam paparannya, Sandi mengaku sangat bangga jika Indonesia memiliki produksi mobil nasional seperti Esemka.

Menurutnya, karya anak bangsa ini harus menjadi prioritas negara untuk bisa menjadikan Esemka sebagai produk mobil nasional.

"Saya juga akan jadi pembeli pertama kalau mobil Esemka keluar. Buat saya ini adalah bentuk keberpihakan, jadi jangan dipolitisir hal-hal yang seperti ini," ujar Sandi dengan wajah optimis.

"Ini yang jadi prioritas, membangun industri pengolahan yang menjadi nilai tambah sumber ekonomi kita. Buat kami untuk lapangan pekerjaan buat Prabowo-Sandi ini harga mati," tambahnya.

Selain itu, ia menekankan betapa pentingnya penguatan produktivitas sumber-sumber ekonomi nasional.

Terutama, pembangunan industri padat karya yang berorientasi ekspor, sehingga hal itu bisa menekan angka pengangguran di Indonesia dan juga impor.

Dimana, banyak industri nasional yang produknya sampai pada level bahan mentah.

Oleh karenanya, Sandi menyatakan, akan lebih bagus jika bahan mentah itu diolah kembali menjadi bahan jadi yang siap ekspor.

"Saya melihat bahwa kita untuk masalah lapangan kerja dulu, yang harus dibangun memang industri padat karya yang berorientasi ekspor," ucapnya.

"Produk mentah kita punya keunggulan komparatif, seperti industri olahan. Seperti sumber daya kita dalam bentuk mentah itu sebetulnya bisa diolah. Romantis kan kalau kita punya produksi mobil nasional," kata dia.(yn)

tag: #sandiagauno  

Bagikan Berita ini :