Berita
Oleh Ferdiansyah pada hari Jumat, 14 Des 2018 - 11:24:35 WIB
Bagikan Berita ini :

Sindir Balik Pigai, Jubir TKN: Tak Paham Data Tapi Merasa Benar

48transpapua41218.jpg.jpg
Jalan Trans Papua (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin geram dengan pernyataan aktivis sekaligus mantan anggota Komnas HAM, Natalius Pigai, soal pembangunan jalan Trans Papua.

Pasalnya, tokoh asal Papua itu dinilai keliru dan tak paham data namun tetap merasa benar.

Juru Bicara TKN, Inas Nasrullah Zubir menyebut Pigai sebagai penebarhoaxtanpa data.

"Ciri khas orang penebarhoaxketika terbongkar kebusukannya adalah dengan melemparhoaxnya tersebut kepada orang lain sambil emosional akibat dari ketidakmampuannya dalam mengungkapkan data dan fakta dari argumen hoaxnya ketika didebat orang lain," jelas Inas dalam keterangannya, Jumat (14/12/2018).

Inas mengaku heran dengan kengototan Pigai dalam mengaitkan isu Trans Papua. Menurutnya, sikap Pigai yang menunggu respons Istana agar menjawab kritikannya soal pembangunan Trans Papua era pemerintahan Jokowi.

"Pigai malahan menantang Istana untuk menjawabhoaxTrans Papua yang dia sebarkan. Tapi, kalau memang Pigai mempunyai data yang valid maka silakan bantah data-data yang bersumber dari Ditjen Binamarga," sebut Inas yang juga Ketua Fraksi Hanura di DPR itu.

Kemudian, Inas menyindir kembali kalau Pigai tak paham proses pembanguan jalan Trans Papua. Ia pun merincikan pembangunan jalan Trans Papua yang didasari Inpres Nomor 5/2007 tentang Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat.

Inas kemudian menguraikan 11 ruas jalan Trans Papua merujuk Inpres Nomor 5/2007. Kesebelas ruas itu adalah Nabire-Wagete-Enarotali, Jayapura-Nimbrokang-Sarmi, Serui-Menawi- Saubeba, Timika-Mapurujaya-Pomako, Jayapura-Wamena-Mulia, Merauke- Tanah Merah-Waropko, Hamadi-Holtekamp-Skow, Sorong-Klamono-Ayamaru-Maruni, Manokwari-Maruni-Mameh- Bintuni, Sorong-Makbon-Mega, Fakfak-Hurimber-Bomberay;

Selain itu, kata dia, terdapat Perpres 57/2014 tentang Rencana Tata Ruang Pulau Papua. Dalam Perpres itu, salah satu substansinya terkait pengembangan jaringan jalan nasional yang terdiri dari jaringan jalan lintas perbatasan, jaringan jalan lintas utara pulau papua, jaringan jalan lintas tengah pulau papua.

"Berdasarkan inpres dan perpres tersebut d iatas, justru kita harus bertanya kepada Pigai mengenai jalan Wamena-Nduga yang sepanjang 231 km yang dimaksud dia itu berada di ruas mana? Bisa jawab enggak dia?" tutur Inas seperti dikutip dari viva.

Sebelumnya, Pigai merespons sindiran Inas karena ia yakin era Jokowi hanya satu ruas jalan dalam proyek Trans Papua. Ia pun meminta respons Istana dan Kementerian PUPR. Bukan justru dijawab TKN yang notabene timses Jokowi di Pilpres 2019.

Pigai menantang pihak Istana dan Kementerian PUPR agar bisa menjelaskan soal satu ruas jalan baru Trans Papua yang dibangun Jokowi selain Wamena-Nduga sepanjang 231 km.

"Timses Jokowi tidak usah politisasi dengan menuduh saya penyebarhoaxsoal jalan di Papua karena saya bukan ahli politik dan penyebar hoax," tutur Pigai dalam pesan singkatnya, Rabu (12/12/2018) kemarin. (Alf)

tag: #partai-hanura  #jokowimaruf-amin  #papua  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Advertisement
Top Up Jackcard Kamu Dengan JakOne Mobile
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Massifkan Sosialisasi 4 Pilar, MPR Kerjasama dengan Universitas Terbuka

Oleh Sahlan Ake
pada hari Jumat, 18 Sep 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Untuk lebih memasifkan Sosialisasi Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika atau yang popular dikenal dengan Sosialisasi 4 Pilar, MPR melakukan kerja ...
Berita

Ketua KPU Arief Budiman Positif Covid-19

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengaku positif terinfeksi Covid-19. Dia kini menjalani karantina mandiri karena tidak merasakan gejala yang ...